Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dor… Dor… Penembakan Kembali Terjadi Di Sekolah AS
Harris-Trump Kutuk Pelaku
Jumat, 6 September 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat Kamala Harris dan Capres Partai Republik Donald Trump kali ini memiliki sikap yang sama terkait aksi penembakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Apalachee, di Georgia, Rabu (4/9/2024). Harris dan Trump kompak, mengutuk pelaku penembakan tersebut.
Pelaku yang juga siswa di sekolah tersebut, menembak mati empat teman dan guru serta melukai sembilan orang lainnya.
Harris mengatakan, tragedi penembakan massal sebagai hal yang tidak masuk akal.
Baca juga : Sulit Diberantas, Penambang Liar Diduga Ada Yang Beking
“Kita harus menghentikan itu, akhiri epidemi kekerasan senjata,” tegas Harris yang juga Wakil Presiden AS saat berkampanye di New Hampshire, dikutip AP, Kamis (5/9/2024).
Harris juga memikirkan keamanan anak-anaknya saat berangkat ke sekolah.
“Saya dan Doug (suami Harris, Douglas Craig Emhoff) berpikir, betapa khawatirnya memikirkan aman tidaknya anak-anak di negeri ini pergi ke sekolah. Apakah nanti akan ada penembakan atau penusukan. Kita tidak tahu. Ini harus dihentikan,” cuit Harris di akun X pribadinya, Rabu (4/9/2024).
Baca juga : Luna Maya, Kenang Batal Nikah
Hal senada disampaikan Trump di media sosial. “Kami turut berduka cita kepada para korban dan orang-orang terkasih yang terdampak oleh peristiwa tragis di Winder, GA. Anak-anak yang kami sayangi ini telah diambil dari kami terlalu cepat oleh monster yang sakit dan gila,” tulis Trump di Truth Social, Rabu (4/9/2024).
Pengelola Basis Data Penembakan Sekolah K-12, AS, David Riedman mengatakan, penembakan itu adalah serangan terencana pertama di sekolah pada musim gugur ini.
AS telah menyaksikan ratusan penembakan di dalam sekolah dan perguruan tinggi dalam dua dekade terakhir. Kasus yang paling mematikan dan mengakibatkan lebih dari 30 kematian di Virginia Tech pada 2007.
Baca juga : Pidato Paus di Istana Negara: Hapuskan Prasangka, Tumbuhkan Saling Percaya
Direktur Biro Investigasi Georgia Chris Hosey mengatakan, pelaku teridentifikasi sebagai Colt Gray, siswa di sekolah SMA Apalachee.
Gray langsung ditangkap polisi. Namun motif sebenarnya dari penembakan belum diungkap para penyelidik. Pihak berwenang juga tidak menyebutkan jenis senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya