Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Usulan Perdamaian Prabowo Ditolak Ukraina Teddy Gusnaidi Sebut Bukan Aib

Rabu, 7 Juni 2023 16:29 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam pidato di Shangri-La Dialogue di Singapura, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyampaikan usul terkait penyelesaian konflik Rusia dan Ukraina.

Yaitu, gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum. Usulan ini, menurut Menhan telah sukses dilakukan diberbagai negara lain. Namun, usulan itu ditolak Ukraina.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi, kendati upaya damai yang coba digagas Prabowo ditolak oleh pihak Ukraina, maka ini bukan aib bagi Indonesia.

Baca juga : Jokowi Akan Tanya Prabowo

"Indonesia telah memberikan usulan dan ketika usulan itu ditolak oleh negara yang memang ingin terus berperang, maka itu bukanlah aib bagi bangsa ini," ujar Teddy, Rabu (7/6).

Menurutnya, Ukraina sendiri yang punya pilihan, mau tetap berperang atau menghentikan perang.

"Kalau pilihan mereka untuk terus berperang, tentu apapun usulan yang mengarahkan pada perdamaian, akan dianggap aneh dan mereka tolak," tuturnya.

Baca juga : Proposal Damai Ditolak Ukraina, Jokowi Segera Panggil Prabowo

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov. Oleksii mengatakan, usulan Prabowo aneh, seperti usulan Rusia dan tidak mencerminkan Indonesia. Teddy pun memberikan pendapatnya.

"Yang pasti, cermin Indonesia bukan seperti penilaian Ukraina, cermin Indonesia adalah perdamaian bukan mendukung konflik seperti yang diinginkan oleh Ukraina," ucap pria yang juga menjabat Juru Bicara Partai Garuda ini.

"Indonesia telah bersikap dan memberikan jalan keluar, jika mereka tetap ingin berkonflik, ya itu pilihan mereka sendiri, bukan lagi urusan Indonesia," tandas Teddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.