Sebelumnya
Selanjutnya, PM Vietnam Pham Minh Chinh, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, PM Singapura Lawrence Wong, serta PM Thailand Paetongtarn Shinawatra. PM Timor Leste Xanana Gusmao dan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn juga ikut hadir di acara ini.
Dalam menghadiri pertemuan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono,Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RosanRoeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga : Prabowo Perkuat Diplomasi Dengan Brunei Di Tengah Krisis Global
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim menyatakan, pihaknya bersyukur atas semangat sentralitas dan persaudaraan antarnegara anggota ASEAN yang tetap mampu bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya, responscepat dalam menghadapi tarif AS melalui pembentukan ASEANGeoeconomics Task Force.
Menurut dia, inisiatif tersebut dapat memperkuat koordinasi regional dan menunjukkan tekad dan kepercayaan diri ASEAN dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Baca juga : Coba Lunakkan Amerika Soal Tarif, Sri Mulyani Jaga Perasaan China
Bahkan, sesuai konsensus para menteri luar negeri di Langkawi, awal tahun ini, Anwar Ibrahim telah menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump untukmenyelenggarakan pertemuanASEAN-AS. Pertemuan ini akan meneguhkan ASEAN dalam memegang prinsip sentralitas.
Untuk kasus Myanmar, ASEAN juga tengah menggodok usulan penunjukan utusan khusus tetap untuk Myanmar dengan masa tugas tiga tahun, demi memperkuat peran diplomasi kawasan yang selama ini terbentur kebuntuan.
Baca juga : Pertemuan Prabowo Dan Megawati:Fondasi Persatuan Bangsa Di Tengah Geopolitik Global
Sejak menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada 2021, pemerintahan junta militer Myanmar dikucilkan dari KTT ASEAN. Namun, upaya diplomatik terus berjalan, termasuk pertemuan tertutup PM Anwar dengan Pemimpin tertinggi Junta Myanmar Min Aung Hlaing diBangkok, Thailand, bulan lalu, yang diikuti dialog daring dengan pemerintahan bayangan National Unity Government.
“Langkahnya mungkin kecil, jembatannya mungkin rapuh, tetapi dalam urusan perdamaian, bahkan jembatan rapuh lebih baik daripada jurang yang melebar,” kata Ketua Partai Keadilan di Malaysia itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.