BREAKING NEWS
 

KTT Bahas Perang Tarif & Krisis Myanmar

Persaudaraan Bikin ASEAN Tangguh Hadapi Krisis Global

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 27 Mei 2025 04:05 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berfoto bersama para pemimpin negara ASEAN,termasuk Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kanan) saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin (26/5/2025). (Foto X@anwaribrahim)

 Sebelumnya 
Selanjutnya, PM Vietnam Pham Minh Chinh, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, PM Singapura Lawrence Wong, serta PM Thailand Paetongtarn Shinawatra. PM Timor Leste Xanana Gusmao dan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn juga ikut hadir di acara ini.

Dalam menghadiri pertemuan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono,Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RosanRoeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca juga : Prabowo Perkuat Diplomasi Dengan Brunei Di Tengah Krisis Global

Lebih lanjut, Anwar Ibrahim menyatakan, pihaknya bersyukur atas semangat sentralitas dan persaudaraan antarnegara anggota ASEAN yang tetap mampu bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya, responscepat dalam menghadapi tarif AS melalui pembentukan ASEANGeoeconomics Task Force.

Menurut dia, inisiatif tersebut dapat memperkuat koordinasi regional dan menunjukkan tekad dan kepercayaan diri ASEAN dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Adsense

Baca juga : Coba Lunakkan Amerika Soal Tarif, Sri Mulyani Jaga Perasaan China

Bahkan, sesuai konsensus para menteri luar negeri di Langkawi, awal tahun ini, Anwar Ibrahim telah menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump untukmenyelenggarakan pertemuanASEAN-AS. Pertemuan ini akan meneguhkan ASEAN dalam memegang prinsip sentralitas.

Untuk kasus Myanmar, ASEAN juga tengah menggodok usulan penunjukan utusan khusus tetap untuk Myanmar dengan masa tugas tiga tahun, demi memperkuat peran diplomasi kawasan yang selama ini terbentur kebuntuan.

Baca juga : Pertemuan Prabowo Dan Megawati:Fondasi Persatuan Bangsa Di Tengah Geopolitik Global

Sejak menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada 2021, pemerintahan junta militer Myanmar dikucilkan dari KTT ASEAN. Namun, upaya diplomatik terus berjalan, termasuk pertemuan tertutup PM Anwar dengan Pemimpin tertinggi Junta Myanmar Min Aung Hlaing diBangkok, Thailand, bulan lalu, yang diikuti dialog daring dengan pemerintahan bayangan National Unity Government.

“Langkahnya mungkin kecil, jembatannya mungkin rapuh, tetapi dalam urusan perdamaian, bahkan jembatan rapuh lebih baik daripada jurang yang melebar,” kata Ketua Partai Keadilan di Malaysia itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense