BREAKING NEWS
 

Menyaksikan Keunikan Korea Selatan (1)

Di Tempat Pemakzulan Presiden, Ada Patung Himangi Dan Sarangi

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 27 Mei 2025 08:10 WIB
Kompleks Gedung Parlemen Korea Selatan. (Foto: Paul Yoanda/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka/RM.id, Paul Yoanda mengikuti, program “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea Batch 4” yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Seoul dan Busan, Korea Selatan (Korsel), 18-24 Mei 2025. Berikut laporannya:

Rakyat Merdeka dan 13 jurnalis Indonesia lainnya mendapat kesempatan mengunjungi Kompleks Gedung Parlemen Korsel atau The Korea National Assembly Building di 1 Uisadang-daero, Yeongdeungpo District, Seoul.

Gedung ini mempunyai suasana berbeda dibanding gedung parlemen pada umumnya. Tak ada pagar tinggi menjulang dan pengamanan ketat yang dilengkapi unit anjing K-9. Kompleks ini justru terbuka lebar dan bisa jadi tempat warga bersantai.

Di kompleks ini, ada beberapa bangunan utama. Seperti Gedung Majelis Nasional, Perpustakaan Majelis Nasional, dan Memorial Hall. Untuk memasuki gedung-gedung ini, pengunjung memang harus mengantongi izin. Namun, prosesnya tidak sulit karena di­rancang agar bisa diakses publik.

Baca juga : Stairlift Di Borobudur Untuk Sambut Macron

Salah satu yang menarik adalah patung Himangi dan Sarangi. Bentuknya lucu. Seperti tak menandakan bahwa di ge­dung inilah keputusan-keputu­san penting untuk Korsel dibuat. Termasuk saat memakzulkan Presiden Yoon Suk Yeol.

Kedua patung itu ditempat­kan di halaman kompleks. Pa­tung Himangi berwarna biru, melambangkan seekor burung yang menjadi simbol harapan. Sedangkan Sarangi berwarna merah muda. Mewakili cinta. Kedua patung ini merefleksikan filosofi demokrasi dan semangat Parlemen Korsel.

Pengunjung bahkan diperbo­lehkan berfoto di antara kedua patung tersebut. Pihak pengelola sudah menyiapkan spot khusus untuk memudahkan pengam­bilan gambar. Keberadaan Hi­mangi dan Sarangi tak hanya memperindah kompleks, tapi juga memberikan makna yang dalam tentang nilai-nilai yang dipegang teguh oleh parlemen.

Masih di sekitar kompleks, hanya dengan berjalan kaki se­lama 1-2 menit, pengunjung bisa menemukan sebuah kafe seder­hana dengan tempat nongkrong di rooftop. Tempat ini sangat pas untuk menikmati segelas kopi atau teh. Sambil menyaksikan pemandangan Sungai Hangang yang mengalir tenang. Serta gedung-gedung pencakar langit di seberangnya.

Baca juga : Menko Polkam Apresiasi Operasi Gabungan Di Perairan Kepri

Dari informasi yang didapat Rakyat Merdeka selama kun­jungan, kompleks parlemen juga menyediakan program kunjungan seperti tur Ruang Paripurna dan Museum Anak. Melalui program ini, masyarakat mendapat kesempatan belajar mengenai sejarah dan dinamika politik Korsel. Sekaligus menik­mati lokasi wisata edukatif yang jarang ditemukan di tempat lain.

Setelah berkeliling, para peserta diterima dua legislator Korsel. Pertama, Kim Young Bae dari Partai Minjoo Korea (Minjoo Party of Korea) yang dikenal juga Partai Demokrasi Korea (Democratic Party of Korea/DPK). Satu lagi adalah politikus Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party/PPP) Yu Yong Weon.

Dalam pertemuan itu, diba­has soal hubungan Korsel dengan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asia Nations/ASEAN). Secara khusus dengan Indonesia. Lalu, hubungan Korsel dengan Korea Utara (Korut), pemakzulan Yoon, hingga pemilihan presiden (pilpres) Korsel.

Di awal diskusi, Kim menyebut, ASEAN adalah mitra penting bagi negaranya. Selama ini, kebijakan luar negeri Korsel lebih sering fokus pada kerja sama dengan negara-negara besar. Seperti Amerika Serikat (AS), China, Jepang, dan Rusia. Namun, perubahan geopoli­tik dan kompetisi global yang makin ketat, mendorong Seoul untuk melakukan diversifikasi hubungan. Baik secara ekonomi maupun keamanan.

Baca juga : Rudianto Sumarwono: Pejabat Berkualitas Bisa Mengabdi Lebih Lama

Dalam situasi ini, menurut­nya, negara-negara di kawasan global south punya peran yang makin penting. Terlebih, rantai pasok global tengah bergeser. “Sehingga kami harus memper­luas kerja sama dengan negara-negara global south. Terutama kawasan Asia,” ujar Kim.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense