Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Rusak Cagar Budaya
Stairlift Di Borobudur Untuk Sambut Macron
Selasa, 27 Mei 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Candi Borobudur dipercantik menyambut kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Salah satu akses tangga di Borobudur dipasang stairlift atau perangkat bantu naik berupa kursi otomatis di sisi tangga. Pemasangan ini dipastikan tak akan merusak cagar budaya, dan tidak bersifat permanen.
Hari ini (27/5/2025), Presiden Macron dijadwalkan tiba di tanah air dalam rangka kunjungan kenegaraan. Selama 3 hari di Indonesia, Macron akan melakukan sejumlah kegiatan. Salah satunya, mengunjungi Candi Borobudur yang merupakan bangunan sejarah yang masuk salah satu keajaiban dunia.
Di media sosial X, rencana Macron ke Borobudur menjadi sorotan. Sejumlah pegiat medsos di-X justru membagikan informasi bahwa di Borobudur sedang dipasang eskalator. Informasi ini diperkuat dengan video pendek tentang pemasangan sejumlah alat di salah satu bagian tangga di dalam Borobudur.
Baca juga : Menko Polkam Apresiasi Operasi Gabungan Di Perairan Kepri
Namun, informasi itu langsung dibantah Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Politisi Partai Gerindra itu membantah adanya pemasangan lift atau eskalator di Borobudur.
“Ini ada berita-berita yang simpang siur terkait dengan Candi Borobudur. Saya ingin menegaskan bahwa berita-berita tersebut hoaks,” jawab Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Mantan Wakil Ketua DPR ini mengatakan, pekerjaan yang sedang dilakukan di Borobudur adalah stairlift, bukan eskalator. Stairlift ini, kata dia, bukanlah hal baru. Sejumlah situs bersejarah dunia juga menyediakan hal serupa, dan pastinya tidak merusak unsur sejarah yang ada.
Baca juga : Beringin Nilai Soeharto Layak Digelari Pahlawan
“Namanya itu stairlift. Stairlift itu tidak masif, dan tidak merusak. Tidak ada penetrasi sama sekali,” cetus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Fadli menjelaskan, jika ada pembangunan rampway, itu menggunakan kayu yang tidak merusak situs. Hal itu dibangun saat ada momen tertentu, seperti salah satunya Waisak.
“Tidak ada eskalator apalagi ekskavator. Ini yang menyebarluaskan benar-benar menyesatkan,” tegas Fadli.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya