Dark/Light Mode

Kembali Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Sabu

Menko Polkam Apresiasi Operasi Gabungan Di Perairan Kepri

Selasa, 27 Mei 2025 08:00 WIB
Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, TNI Angkatan Laut dan Polri dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di wilayah Perairan Kepulauan Riau.

Keberhasilan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan generasi muda yang unggul dan bebas narkoba.

Konferensi pers pengungkapan kasus ini digelar pada Senin (26/5/2025) di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kementerian/ lembaga yang tergabung dalam Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba terdiri dari unsur Kemenko Polkam, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), TNI, Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), bersama unsur Forkopimda Kepri, DPR RI, dan perwakilan negara sahabat.

Barang bukti sabu sebanyak 2 ton, diperkirakan bernilai Rp 5 triliun diperlihatkan dalam konferensi pers Desk Pemberantasan Narkoba yang digelar di Batam, Riau, Senin (26/5/2025).

Baca juga : Beringin Nilai Soeharto Layak Digelari Pahlawan

“Pemberantasan narkoba bukanlah tugas satu lembaga atau institusi saja. Ini adalah tugas bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, aparat keamanan, media, lembaga pendidikan, tokoh agama dan masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan saat membacakan amanat Menko Polkam.

Sebagaimana diberitakan, pada Rabu (21/5/2025) lalu, tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh kapal berbendera asing MT Sea Dragon Tarawa. Kapal tersebut membawa 40 dus besar berisi sabu-sabu, dengan estimasi total barang bukti hampir mencapai 2 ton. Dalam operasi ini, enam orang Anak Buah Kapal (ABK) turut diamankan, dua di antaranya warga negara Thailand dan empat warga negara Indonesia.

“Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam perang melawan narkoba yang telah merusak kehidupan bangsa dan merenggut masa depan generasi muda kita,” tegas Menko Polkam.

Baca juga : Pemerintah Diminta Tindak Ormas Berbau Premanisme

Berdasarkan estimasi, nilai total barang bukti yang berhasil disita mencapai sekitar Rp5 triliun. Lebih jauh, upaya penggagalan ini dinilai berpotensi menyelamatkan 10 hingga 20 juta individu dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba telah menjadi ancaman serius terhadap stabilitas sosial, ekonomi, bahkan keamanan negara. Oleh karena itu, kita semua harus bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba di seluruh wilayah Indonesia,” lanjutnya.

Sebagai penanggung jawab Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba, Menko Polkam menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari implementasi langsung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam menjamin ketahanan sosial dan perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.

Baca juga : PSI Jateng Masing Bingung Antara Jokowi Atau Kaesang

“Setiap butir narkoba yang kita musnahkan hari ini adalah satu langkah lebih dekat untuk menyelamatkan ribuan jiwa dari kehancuran. Ini bukan sekadar operasi penegakan hukum, tetapi misi kemanusiaan untuk menyelamatkan masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Menko Polkam juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan, pelaporan, dan edukasi yang berkelanjutan.

“Mari kita tingkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba. Bersama, kita bisa menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari narkoba dan bebas dari ancaman yang merusak ini,” pungkasnya. [NAN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.