Sebelumnya
Penawaran ini, mengutip AFP, Kamis (29/5/2025), adalah jalan keluar Hamas yang dibicarakan setelah mengunjungi Mesir untuk menghentikan perang yang telah berlangsung selama 18 bulan. Hamas pun mengatakan bahwa penawaran tersebut dilakukan karena mulai menipisnya stock medis dan terpojoknya para petugas.
Sayangnya, Israel langsung memberikan reaksi keras dengan langsung menolak usulan Hamas tersebut. Selain itu, Israel juga menolak permintaan untuk menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza dan mencabut blokade atas wilayah tersebut, tulis sebuah sumber dikutip dari Sputnik.
Baca juga : PT Timah Siap Diaudit BPK Demi Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Padahal, Hamas secara konsisten menuntut adanya gencatan senjata untuk mengakhiri perang. Sedangkan Israel bersikeras ingin melucuti senjata Hamas dan meminta sandera dibebaskan dengan syarat.
Reuters, Kamis (29/5/2025), melaporkan bahwa utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff telah memegang surat kesepakatan gencatan sejata yang ditandatangani Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Media Israel mengutip pejabat Israel yang mengatakan, Hamas akan menyerahkan 10 sandera yang masih hidup dan jenazah 18 sandera yang telah meninggal dalam dua tahap sebagai imbalan atas gencatan senjata selama 60 hari. Pihak Israel akan melepaskan sandera mereka di waktu yang akan diumumkan nanti.
Baca juga : Trump Bikin PM India Mumet
Israel memberlakukan blokade total di Gaza dan melanjutkan serangan militernya terhadap Hamas pada 18 Maret 2025 setelah gagalnya gencatan senjata dua bulan yang ditengahi AS, Qatar, dan Mesir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.