Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PT Timah Siap Diaudit BPK Demi Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Rabu, 28 Mei 2025 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Timah Tbk membuka diri terhadap berbagai proses audit dan evaluasi dari lembaga berwenang, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Audit merupakan bagian dari fungsi pengawasan eksternal yang dilakukan secara berkala untuk memastikan tata kelola keuangan dan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Audit BPK jangan dipandang untuk mencari kesalahan, melainkan lebih pada upaya perbaikan dan penguatan sistem. BPK sebagai mitra strategis perusahaan membantu untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional, bersih, dan bertanggung jawab,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Timah, Rendi Kurniawan dalam keterangannya Rabu (28/5/2025).
Terkait laporan hasil pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan penambangan, pengolahan dan penjualan sumber daya mineral timah tahun 2021 pada semester 1 tahun 2023, perusahaan tambang ini telah menyampaikan rencana aksi tindaklanjut dari rekomendasi BPK.
Baca juga : Puan Kritisi Berbagai Persoalan Aktual
"Terkait LHP tersebut, perusahaan telah menyampaikan rencana aksi tindak lanjut untuk menjawab rekomendasi yang disampaikan BPK" jelasnya
Rendi menambahkan, PT Timah dalam melaksanakan proses bisnisnya perusahaan terus berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola usaha yang berkelanjutan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dalam aspek Enviromental, PT Timah secara konsisten melakukan reklamasi lahan pasca tambang. Medio 2015-2024, PT Timah telah mereklamasi seluas 3.221,73 hektar lahan bekas tambang yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan IUP Lintas Kabupaten.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi. Upaya lain yang dilakukan, seperti terus menggalakkan penanaman mangrove sebagai upaya untuk mewujudkan NZE.
Baca juga : PLN Indonesia Power Siap Jadi Pemain Utama Pengembangan Panas Bumi Nasional
Selain itu, perusahaan juga terus membangun harmonisasi dengan masyarakt lingkar tambang, memberikan kontribusi nyata melakukan program pemberdayaan Masyarakat Lokal, program CSR seperti pelatihan UMKM, pendidikan, dan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam aspek Governance, PT Timah juga berupaya memperbaiki tata kelola perusahaan dengan rutin melaksanakan audit internal untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dengan melakukan publikasi laporan keberlanjutan (sustainability report) secara berkala untuk memenuhi prinsip ESG.
"Dalam melaksanakan proses bisnis perusahaan PT Timah tidak hanya memastikan kepatuhan regulasi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah tuntutan industri pertambangan yang bertanggung jawab," katanya.
Sementara, Pengamat pertambangan, Ferdy Hasiman menambahkan, persoalan tambang ilegal memang harus segera diselesaikan, tidak hanya merusak tatanan sumber daya dan cadangan timah di Indonesia, tapi juga mengganggu eksosistem lingkungan dan menjadi ancaman bagi upaya industrialisasi dan hilirisasi mineral timah yang sedang digalakkan pemerintah.
Baca juga : Jelang 40 Tahun, MSIG Life Komit Perkuat Finansial Keluarga Indonesia
"Adanya sumber daya alam harus memberikan kemakmuran bagi masyarakat, tapi ini harus dikelola dengan bijak, dijaga keberlanjutannya sehingga industrialisasi tambang itu bisa terwujud. Ini enggak bisa dilakukan kalau masih adanya tambang ilegal," ujarnya.
Menurutnya, praktik penambangan yang baik harus didukung, seperti halnya PT Timah yang merupakan perusahaan negara sehingga negara tidak kehilangan penguasaannya atas sumber daya alam yang dimiliki.
"Perusahaan harus komitmen terhadap ESG dan praktik penambangan yang baik, saya rasa PT Timah cukup concern terhadap hal ini dengan berbagai informasi yang beredar karena komitmen terhadap ESG merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keberlanjutan perusahaan," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya