BREAKING NEWS
 

Gaza Masih Terus Dibombardir

Ajakan Gencatan Senjata Israel Diragukan Hamas

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 31 Mei 2025 04:05 WIB
Ward Khalil (5) yang selamat dari serangan Israel pada Senin (26/5/2025) dini hari, tampak menangis di tengah reruntuhan bangunan. Sayangnya, ibu dan dua saudara kandungnya, serta 33 orang lainnya tewas dalam insiden itu. (Foto via Al Jazeera)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hamas meragukan keseriusan ajakan Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan gencatan senjata untuk menghentikan perang. Sebab, selama ini tentara Israel masih menyerang dan membatasi bantuan kemanusiaan.

Israel dan AS sepakat menjalani gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, Palestina. Meski begitu, kesepakatan yang diumumkan Gedung Putih, Kamis (29/5/2025) tersebut, masih belum diterima pihak Hamas.

Baca juga : PT Timah Siap Diaudit BPK Demi Penguatan Tata Kelola Perusahaan

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters, Jumat (30/5/2025), bahwa proposal gencatan senjata yang ditawarkan AS dan Israel tidak menjamin perdamaian jangka panjang di Palestina.

“Pemberian jangka waktu dalam gencatan senjata hanya bentuk ketidakseriusan Israel untuk menghentikan perang,” cetus Sami.

Baca juga : Trump Bikin PM India Mumet

Dia menekankan, pihak Hamas akan berhenti menyerang jika Israel terlebih dahulu angkat kaki dari Palestina dan membiarkan semua pasokan bantuan kemanusiaan masuk tanpa batasan apapun.

“Hamas tidak akan memenuhi permintaan AS dan Israel yang memaksa kami meletakkan senjata. Sementara pasukan Israel masih menyerang Palestina,” tegas Sami.

Baca juga : Trump Bikin PM India Mumet

Sebelumnya, Hamas mengajukan tawaran untuk melakukan gencatan senjata selama 5 tahun kepada Israel. Pihak Hamas juga ingin mengakhiri perang dengan membebaskan semua sandera sekaligus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense