Sebelumnya
Selain isu domestik, Lee juga dibayang-bayangi masalah mendesak lainnya. Salah satunya soal ancaman tarif dari Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam beberapa bulan mendatang, Trump diprediksi dapat mengacaukan perekonomian Korsel. Warga Korsel merasa kecewa ketika Trump mengenakan tarif sebesar 25 persen pada semua impor Korea pada April lalu, setelah sebelumnya mengenakan tarif agresif pada industri inti negara itu; baja dan mobil.
Baca juga : Dari Pabrik Ke Istana Presiden, Lee Jae Myung Bersinar Di Pilpres Korsel
Padahal, Korsel beranggapan, menjadi sekutu militer sejak Perang Korea dan memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan AS, akan menyelamatkan mereka dari ancaman tarif dagang resiprokal Trump.
“Jika tarif ini berlaku, maka dapat memicu krisis ekonomi,” ujar Penasihat Partai Demokrat Moon Chung In kepada Korean Times, Rabu (4/6/2025). Sebelum pengumuman tarif resiprokal Trump, ekonomi Korsel sudah melambat. Kekacauan akibat pemberlakuan darurat militer semakin membatasinya.
Baca juga : LPKR Dukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kemitraan dengan UMKM dan Kolaborasi Lokal
Kemudian, pada kuartal pertama tahun ini, ekonomi Korsel menyusut. Memperbaiki hal ini telah menjadi tuntutan utama para pemilih kepada Lee.
Sejak pemakzulan Yoon, Korsel tidak sempat melakukan dialog dagang langsung dengan Trump. Kini, semua berharap kepada gaya negosiasi Lee.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.