Sebelumnya
Saat ini, AS menjamin keamanan Korsel, berjanji akan membelanya dengan senjata konvensional dan nuklir jika diserang oleh Korea Utara. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, ada 28.500 tentara AS yang ditempatkan di negara tersebut. Namun, Trump telah menegaskan tidak berencana membedakan antara negosiasi perdagangan dan keamanan.
Dalam postingannya di platform Truth Social pada April 2025, Trump mengatakan, selama pembicaraan tarif awal dengan Korsel, dia telah membahas pembayaran untuk perlindungan militer AS di Korsel.
Baca juga : Dari Pabrik Ke Istana Presiden, Lee Jae Myung Bersinar Di Pilpres Korsel
Prioritas utama Washington sekarang di Asia bukan hanya menghentikan Korea Utara menyerang jirannya, tetapi juga untuk menahan ambisi militer China di kawasan tersebut dan terhadap Taiwan.
Lee, yang secara historis skeptis terhadap aliansi Korsel dengan AS, ingin menggunakan jabatan kepresidenannya untuk memperbaiki hubungan dengan China, tetangga kuat sekaligus mitra dagang Korsel. Dia telah menyatakan beberapa kali bahwa Seoul harus menjauhi konflik antara China dan Taiwan.
Baca juga : LPKR Dukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kemitraan dengan UMKM dan Kolaborasi Lokal
“Kita harus menjaga jarak dari kemungkinan China-Taiwan. Kita dapat bekerja sama dengan keduanya,” ujar Lee dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.