RM.id Rakyat Merdeka - Kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menimbulkan ketegangan di Negeri Paman Sam, Rabu (11/6/2025). Hal itu memicu gelombang protes nasional di negara adidaya tersebut.
Ribuan orang turun ke jalan di New York, AS. Sementara bentrok di Los Angeles (LA), California, membuat Wali Kota Kota LA Karen Bass memberlakukan jam malam.
Baca juga : Pengamat: Haji Isam Harus Dijadikan Inspirasi bagi Seluruh Pengusaha Nasional
Presiden Trump mengeluarkan banyak kebijakan kontroversi sejak kembali menjabat pada Januari 2025. Sejak awal masa kepemimpinannya, Trump menandatangani Executive Order 14159.
Kebijakan ini memperketat aturan terhadap imigran tanpa dokumen yang memperluas kewenangan petugas Imigrasi AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE), serta mendorong peningkatan penangkapan dan deportasi imigran secara masif.
Baca juga : Sasar Pasar Halal Global, Surveyor Indonesia dan Kemenperin Gelar Forum Internasional
Dilansir Channel News Asia (CNA), ribuan orang memadati Foley Square di New York City, AS, Selasa (10/6/2025), menolak kebijakan tersebut. Aksi ini dipicu oleh serangkaian penggerebekan besar-besaran oleh ICE yang menyebabkan penahanan banyak imigran.
Massa meneriakkan slogan, ‘Tidak untuk kebencian, tidak untuk ketakutan, imigran diterima di sini’. Mereka juga membawa poster bertuliskan ‘ICE, keluar dari New York’.
Baca juga : Bertemu KSAD Maruli, Menteri PU Bahas Kerja Sama Infrastruktur Nasional
Seorang perempuan yang ikut aksi itu mengaku hadir untuk mewakili ibunya yang merupakan imigran gelap asal Meksiko.
“Negara ini tidak akan seperti sekarang tanpa para imigran,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.