Sebelumnya
Seorang warga AS berusia 23 tahun bernama Jacquelin merasa khawatir dengan nasib keluarganya. Wanita keturunan Meksiko itu aktif meneriakkan soal Hak Asasi Manusia (HAM).
“Saya takut pada masa depan keluarga saya. Saya tidak ingin hidup dalam ketakutan setiap hari,” tegasnya.
Baca juga : Pengamat: Haji Isam Harus Dijadikan Inspirasi bagi Seluruh Pengusaha Nasional
Berbeda dengan kerusuhan yang terjadi di Kota Los Angeles, aksi di New York City berlangsung damai. Wali Kota New York City Eric Adams menegaskan, kekerasan seperti di kota lain tidak akan ditoleransi dan Kepolisian New York siap menghadapi kemungkinan gangguan.
Terjunkan Garda Nasional & Militer
Dilansir Al-Jazeera, Wali Kota Los Angeles Karen Bass akhirnya memberlakukan jam malam pada area pusat kota mulai pukul 8 malam hingga pukul 6 pagi keesokan harinya. Dia melaporkan 23 toko dijarah dan kerusakan properti meluas.
Baca juga : Sasar Pasar Halal Global, Surveyor Indonesia dan Kemenperin Gelar Forum Internasional
Bass menekankan bahwa kerusuhan hanya terjadi di wilayah kecil dan meminta media tidak melebih-lebihkan situasi. Jam malam diberlakukan di LA setelah lima malam demonstrasi yang dipicu penggerebekan imigran oleh ICE.
Gubernur California Gavin Newsom mengecam keras tindakan Trump yang menerjunkan 4.000 pasukan Garda Nasional dan 700 Marinir ke kota tersebut. Menurutnya, penggunaan militer untuk menghadapi warga sipil adalah penyalahgunaan kekuasaan.
Baca juga : Bertemu KSAD Maruli, Menteri PU Bahas Kerja Sama Infrastruktur Nasional
“Trump menangkap tukang cuci piring dan tukang jahit, bukan kriminal,” geram Newsom.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.