RM.id Rakyat Merdeka - Israel menutup kedutaan besarnya di seluruh dunia dan mendesak warganya untuk tetap waspada dan tidak menampilkan simbol-simbol Yahudi atau Israel di tempat-tempat umum.
Langkah tersebut dilakukan Israel setelah melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran dan program nuklirnya, Jumat (13/6/2025).
"Misi-misi Israel di seluruh dunia akan ditutup dan tidak ada layanan konsuler," pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, Jumat (13/6/2025), dilansir Times of Israel.
Baca juga : Israel Tutup Seluruh Kedutaan Pasca Bombardir Iran, Imbau Warganya Waspada
Kementerian tersebut juga meminta semua warga Israel di luar negeri untuk mengisi formulir guna memberikan informasi ke Kementerian Luar Negeri tentang lokasi dan kondisi mereka. Formulir serupa disediakan oleh kementerian setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 untuk mengoordinasikan kembalinya para prajurit cadangan, dan mengatur penerbangan penyelamatan jika diperlukan.
Tidak ada jangka waktu yang diberikan untuk berapa lama kedutaan-kedutaan tersebut akan ditutup. Seseorang yang mengangkat telepon di kedutaan di Berlin tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Jumat lalu, mengatakan bahwa Jerman meningkatkan perlindungan terhadap situs-situs Yahudi dan Israel.
Baca juga : Presiden Belum Mau Reshuffle, Para Menteri Bisa Bernapas Lega
Saksi mata mengatakan kepada Reuters, pengamanan terlihat ditingkatkan di luar Sinagoge Agung Stockholm, Swedia. Sebuah mobil van dan mobil polisi diparkir di dekat gedung tersebut.
Dalam aksi militer terbesarnya terhadap Iran hingga saat ini, gelombang serangan Israel menghantam sekitar 100 target, termasuk fasilitas nuklir dan pusat komando militer, dan menewaskan tokoh-tokoh senior, di antaranya panglima angkatan bersenjata, kepala Korps Garda Revolusi Islam, dan para ilmuwan nuklir terkemuka.
Fasilitas Nuklir yang disasar Israel, termasuk Natanz yang merupakan pusat pengayaan uranium terbesar di Iran.
Baca juga : 79 Persen Pake Kendaraan Pribadi, Warga Jakarta Malas Naik Transportasi Umum
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi, fasilitas itu terdampak serangan meski demikian tidak ada peningkatan radiasi.
Iran berulang kali mengatakan bahwa program nuklirnya untuk tujuan sipil. Dan di fasilitas-fasilitas itu, Iran memperkaya uranium U-235 mencapai 60 persen. Adapun uranium yang telah diperkaya hingga level 90 persen dapat menjadi bahan pembuat hulu ledak nuklir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.