RM.id Rakyat Merdeka - Paus Leo mengimbau pihak berwenang di Iran dan Israel untuk tidak gegabah atau bertindak dengan alasan, setelah serangan udara kedua negara menewaskan puluhan orang dan memaksa warga sipil mengungsi ke tempat penampungan. Tak cuma itu. Paus Leo juga meminta negara-negara untuk berdialog membahas hal tersebut.
Dalam salah satu seruan perdamaian terkuat selama lima minggu masa kepausannya, Paus Leo mengaku mengikuti situasi dengan keprihatinan yang besar.
"Pada saat yang begitu rumit, saya sangat ingin memperbarui seruan untuk tanggung jawab dan alasan," kata Paus Leo kepada audiens di St. Basilika Petrus, Sabtu (14/6/2025).
Baca juga : Gustavo Franca Tidak Akan Melupakan Persib Bandung
Menurutnya, membangun dunia yang lebih aman dan bebas dari ancaman nuklir harus dikejar melalui pertemuan yang penuh hormat dan dialog yang tulus untuk membangun perdamaian yang langgeng, yang didasarkan pada keadilan, persaudaraan, serta kebaikan bersama.
"Tidak seorang pun harus mengancam keberadaan orang lain," tegas Paus Leo.
Semua negara, lanjutnya, memiliki tugas mendukung tujuan perdamaian, memulai jalur rekonsiliasi, serta mempromosikan solusi yang menjamin keamanan dan martabat untuk semua.
Baca juga : Bojan Hodak Gemilang Bersama Maung Bandung
Leo terpilih menjadi paus pada 8 Mei 2025, menggantikan mendiang Paus Fransiskus. Dia merupakan paus pertama dari Amerika Serikat.
Tak seperti Francis, yang sering berbicara secara spontan di acara-acara publik, Leo lebih berhati-hati dengan kata-kata. Dia hampir selalu berbicara dari teks yang sudah disiapkan.
Permohonan bertindak dengan alasan ini disampaikan dengan lantang oleh Paus pada Sabtu (14/6/2025), dari selembar kertas denga bahasa Italia.
Baca juga : Kasus Sritex Ramai, Bank DKI Tenangkan Nasabah, Layanan Tetap Normal
Israel yang meluncurkan serangan skala besar terhadap Iran pada Jumat (23/6/2025) pagi, menargetkan komandan, target militer, dan lokasi nuklir dalam apa yang disebutnya sebagai serangan pendahuluan, untuk mencegah Iran mengembangkan program senjata nuklir.
Iran, yang menyangkal bahwa kegiatan pengayaan uraniumnya adalah bagian dari program senjata rahasia, membalas dengan meluncurkan gelombang rudal ke Israel.
Melansir CNN International, korban tewas akibat serangan Iran terhadap Israel hingga Sabtu (14/6/2025) menjelang Minggu (15/6/2025) telah meningkat menjadi 10 orang. Jumlah ini bertambah dari tiga orang yang sebelumnya dilaporkan tewas di Israel, dan sedikitnya 78 orang tewas di Iran selama aksi saling serang kedua negara baru-baru ini, sebagaimana dilaporkan pihak berwenang di Iran dan Israel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.