Sebelumnya
Abu Juma’a, warga yang tinggal di Gaza City, juga mengatakan, dulu sejumlah pihak menyerukan dan berdiri dalam solidaritas dengan Gaza serta mendesak agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk. Namun kini, seruan untuk sekadar menyediakan makanan dan air di Gaza tampak kabur karena perang Israel-Iran.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 55.300 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza. Sementara, lebih dari 128.700 orang terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Baca juga : Israel Vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III
Jumlah korban tewas ini mewakili sekitar 2,5 persen dari populasi Gaza. Artinya, satu dari setiap 40 warga Palestina yang tinggal di Gaza sebelum perang, kini telah tewas.
Sebuah studi peer-review yang diterbitkan awal tahun ini di jurnal The Lancet menyatakan, jumlah orang yang tewas di Gaza secara signifikan lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan oleh pihak berwenang di daerah kantong tersebut. CNN tidak dapat memverifikasi secara independen klaim tersebut. Di saat yang sama, Israel telah melarang wartawan internasional melakukan perjalanan ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Baca juga : Kutuk Serangan Israel, Iran Minta Dukungan Dunia
Komite Palang Merah Internasional pada Senin melaporkan bahwa rakyat Gaza saat ini mati-matian berjuang untuk bisa mendapatkan kebutuhan dasar akibat blokade Israel. Bantuan yang diberikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza. Terutama di tengah kontroversi karena membiarkan Israel menembaki warga yang sedang mengantre bantuan.
Berdasarkan catatan otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 300 orang telah tewas sejak GHF membuka titik distribusinya akhir Mei lalu. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) pekan lalu menyatakan, pihak berwenang Israel hanya mengizinkan sejumlah lembaga PBB dan organisasi non Pemerintah internasional (LSM) untuk melanjutkan pengiriman bantuan ke Gaza dengan jumlah yang sangat terbatas.
Baca juga : Hentikan Perang Israel-Iran, Trump-Jinping Turun Gunung
Bantuan terbatas itu mencakup bahan makanan tertentu, persediaan nutrisi, sejumlah persediaan kesehatan, serta barang-barang pemurnian air. Bantuan lain seperti bahan penampungan, produk kebersihan, dan peralatan medis tak diperbolehkan masuk.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.