Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bicara Bonus Demografi
Gibran: Peluang Emas Yang Hanya Datang Sekali
Senin, 21 April 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertama kalinya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pernyataan resmi dalam sebuah video monolog singkat. Dalam video itu, Gibran bicara soal bonus demografi. Gibran bilang “Peluang emas untuk mencapai Indonesia maju hanya datang sekali.”
Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube miliknya, @GibranRakabuming, pada Sabtu (19/4/2025) dan sudah ditonton lebih dari 184 ribu kali. Dalam video berdurasi 6 menit 18 detik itu, Gibran duduk di balik meja, mengenakan kemeja lengan panjang warna putih yang dilipat hingga siku.
Mengawali paparannya, Gibran menegaskan Indonesia saat ini berada dalam momen yang sangat menentukan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari tekanan ekonomi, perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga perubahan iklim yang berdampak luas,Indonesia dituntut untuk tetap tumbuh, lincah, dan adaptif.
Sebagai negara besar dengan populasi mencapai 284 juta jiwa, Indonesia tidak bisa berjalan di tempat. Menurut Gibran, tantangan-tantangan tersebut memang nyata dan besar. Namun, peluang yang dimiliki bangsa ini jauh lebih besar.
Salah satu peluang itu adalah bonus demografi. Yaitu, kondisi ketika lebih dari separuh penduduk berada dalam usia produktif. “Ya, Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2045,” ujar Gibran.
Baca juga : Lalu Lintas Di Priok Sudah Normal Lagi
Gibran menekankan, puncak bonus demografi ini hanya terjadi sekali dalam sejarah peradaban suatu bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memanfaatkan peluang besar yang hadir di masa ini.
“Kesempatan ini tidak akan terulang lagi, ketika sekitar 208 juta penduduk Indonesia berada dalam usia produktif,” ujar Gibran.
Ia menyoroti bahwa generasi muda memiliki proporsi yang dominan dalam komposisi penduduk saat ini, dan karena itu berperan penting dalam menentukan arah kemajuan bangsa.
“Ini adalah peluang besar kita. Ini adalah kesempatan emas untuk mengelola bonus demografi, agar tidak sekadar menjadi bonus atau angka statistik yang fantastis, tapi benar-benar menjadi jawaban atas tantangan masa depan Indonesia,” paparnya.
Gibran menyampaikan, masa depan bangsa bergantung pada kontribusi generasi muda. Lantaran itu, ia mendorong anak muda meningkatkan produktifitas di segala bidang. Dia mengungkit prestasi cemerlang anak bangsa di industri perfilman dan di bidang sepakbola. Gibran menyinggung film Jumbo hasil karya animator muda Indonesia yang sudah menembus 4 juta penonton, serta akan ditayangkan di 17 negara Asia dan Eropa. “Ini menjadi era baru industri animasi Indonesia,” ujarnya.
Baca juga : Zulhas Minta Kadernya Perkuat Jaringan Politik
Ia juga mengulas keberhasilan Timnas Indonesia U-17 yang untuk pertama kalinya lolos kualifikasi ke Piala Dunia dan menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara.
“Ini adalah kekuatan kita sebagai generasi muda, kita harus selalu siap dan mempersiapkan diri,” lanjut dia.
Gibran menekankan anak muda harus mampu beradaptasi dan menjadi penggerak kemajuan. Dia mengatakan membawa kemajuan RI menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk anak muda.
“Kita harus punya mimpi besar dan keberanian untuk melakukan terobosan. Kita harus mampu beradaptasi dan menjadi penggerak kemajuan. Karena penentu di era kompetisi saat ini adalah bukan siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling cepat belajar, cepat beradaptasi, dan cepat memanfaatkan peluang,” kata Gibran.
Lebih lanjut Gibran mengatakan pembangunan bangsa telah dilakukan selama puluhan tahun dan merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh komponen bangsa. Dia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk membawa Indonesia ebih baik.
Baca juga : Istri Mendes Menang Lagi Di PSU Kabupaten Serang
Gibran mengatakan, Pemerintah tidak akan dapat melakukan pembangunan sendirian. Pemerintah tidak akan dapat bekerja sendirian dalam mewujudkan kemajuan. Sebab itu butuh kolaborasi, persatuan, dan budaya kompetisi yang saling membangun.
“Kita butuh ruang untuk tumbuh sehingga Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih terang dapat kita wujudkan bersama-sama,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya