Dark/Light Mode

Kutuk Serangan Israel, Iran Minta Dukungan Dunia

Selasa, 17 Juni 2025 13:30 WIB
Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi. (Foto: Bayu/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi. (Foto: Bayu/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Iran mengecam keras serangan udara Israel ke sejumlah wilayahnya pada 13 Juni 2025. Serangan itu disebut menargetkan fasilitas militer, infrastruktur publik, hingga kompleks perumahan dan menewaskan sejumlah pejabat tinggi serta warga sipil.

Dalam pernyataannya, Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi menyebut serangan Israel sebagai “aksi agresif ilegal” yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.

Baca juga : Iran–Israel Perang, Istana: RI Konsisten Dukung Perdamaian

“Iran berada dalam jalur diplomasi dan dialog, namun justru diserang. Ini membatalkan dasar rasional kelanjutan negosiasi nuklir,” ujarnya di kediaman pribadinya di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Iran mengaku telah merespons serangan dengan langkah bela diri, termasuk peluncuran rudal ke target militer dan ekonomi Israel. Pemerintah Iran merujuk Pasal 51 Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai dasar hukum atas tindakan tersebut.

Baca juga : Kena Getah Perang Iran-Israel, Rupiah Melemah Ke Rp 16.306 Per Dolar AS

Kedubes Iran juga menyebut serangan ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola kekerasan Israel di kawasan, termasuk Palestina, Gaza, dan Lebanon. Iran memperingatkan bahwa jika konflik melebar ke wilayah Teluk Persia, dampaknya bisa melibatkan negara-negara lain, termasuk secara ekonomi.

"Oleh karena itu, Dewan Keamanan PBB wajib turun tangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan agresi ini," pinta Boroujerdi.

Baca juga : Hentikan Perang Israel-Iran, Trump-Jinping Turun Gunung

Kepada Indonesia, Iran menyampaikan terima kasih atas dukungan moral yang datang dari pemerintah, tokoh politik, akademisi, organisasi Islam, hingga masyarakat sipil. “Dukungan ini sangat penting bagi rakyat Iran di tengah situasi tidak seimbang seperti sekarang. Kami berharap media Indonesia turut menyuarakan penegakan hukum internasional dan keadilan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.