Sebelumnya
Dia mengatakan, pada Selasa malam (17/6/2025) dan Rabu dini hari (18/6/2025), suasana di Teheran sangat kacau akibat ledakan. Warga panik berlarian dan teriak.
Dalam situasi itu Pourmomen berupaya meminta bantuan Kedutaan Besar Prancis di Teheran untuk dievakuasi. Sayangnya, karena semua penerbangan dibatalkan, banyak yang terdampar.
Baca juga : Perang Iran- Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI Dari Iran
“Jika kami tidak memutuskan sendiri untuk meninggalkan Teheran, saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujar Pourmomen.
Ketakutan yang sama juga dirasakan seorang warga Iran keturunan Australia lainnya. Wanita yang enggan namanya disebut ini berada di Teheran untuk mengurus ibunya yang sakit parah.
Baca juga : NasDem Yakin Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif
"Pada hari-hari awal, hanya ada beberapa bom, tetapi kemudian situasi menjadi sangat buruk,” akunya kepada AFP, Kamis (19/6/2025). Akhirnya, dia memboyong ibunya ke perbatasan Turki pada Rabu (18/6/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.