Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perang Iran Vs Israel
NasDem Yakin Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif
Jumat, 20 Juni 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Nasional Demokrat (NasDem) meyakini Presiden Prabowo Subianto memiliki langkah antisipatif di tengah perang Iran versus Israel. Sebab, konflik bersenjata ini berdampak buruk terhadap dunia, termasuk Indonesia.
“TENTU, meyakini Pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif yang terukur dalam menyikapi eskalasi perang di Timur Tengah tersebut,” kata Ketua DPP Partai NasDem Charles Meikyansah, Kamis (19/6/2025).
Diungkapkan, keyakinan ini didasari pada komunikasi aktif Prabowo dengan para pemimpin dunia yang diyakini mampu menjembatani ketegangan antara Iran dan Israel. Kementerian dan lembaga negara juga diyakini mempersiapkan mitigasi.
“Presiden Prabowo sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala negara, dan itu menjadi modal awal yang penting untuk membangun koordinasi ekonomi dan politik luar negeri yang lebih strategis,” katanya.
Baca juga : Buka 24 Jam, Taman Diisi Acara Seni Dan Literasi Dong
Anggota Komisi XI DPR itu mendorong Pemerintah memperkuat koordinasi fiskal-moneter dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Charles, juga meminta Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan harga energi.
“Tentunya Pemerintah melalui kementerian terkait kita harapkan dapat menyiapkan skenario subsidi yang tepat sasaran, menjaga defisit dalam batas aman, dan memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi bagi pelaku usaha,” katanya.
Anak buah Surya Paloh ini menganalisa, kekhawatiran yang muncul akibat konflik Iran-Israel bukan hanya persoalan geopolitik semata. Ketegangan tersebut, juga mengancam sektor energi, perdagangan, hingga investasi.
“Kita sangat rentan terhadap dampak global, terutama kenaikan harga minyak dan tekanan terhadap rupiah. Ini bisa memperbesar beban subsidi, memicu inflasi, dan menekan daya beli masyarakat,” katanya.
Baca juga : Dasco, Selesaikan Banyak Masalah Tanpa Drama
Dia berpandangan, ketegangan di Timur Tengah akan mengganggu jalur distribusi minyak seperti di Selat Hormuz. Hal itu dikhawatirkan berdampak langsung pada perekonomian.
Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia menghadapi risiko kenaikan biaya logistik, tekanan terhadap neraca perdagangan, dan gangguan pada stabilitas fiskal.
Selain itu, ketidakpastian global bisa menurunkan minat investasi dan memperlambat ekspansi pelaku usaha. Meski demikian, dia meyakini Pemerintah mampu menghadapi tekanan global yang ada.
"Saya yakin, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah antisipatif yang terukur dalam menghadapi tantangan ini," semangatnya.
Baca juga : Saat Libur Sekolah, MBG Mentahan Belum Diputuskan
Sejurus kemudian, Charles berharap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat segera berakhir. Terlebih, perang menyebabkan banyak korban sipil berjatuhan. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya