BREAKING NEWS
 

Perdana Hadiri KTT BRICS, Prabowo Langsung Unjuk Gigi

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 7 Juli 2025 08:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto disambut Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva. (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto hadir ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brazil, Russia, India, China, South Africa (BRICS), di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Prabowo langsung unjuk gigi dengan berbicara mengenai sikap Indonesia dalam merespons berbagai isu global.

Usai lawatan dari Arab Saudi, memakai Garuda Indonesia-1, Prabowo terbang ke Brazil. Tiba di Air Base Galeão, Rio de Janeiro, Sabtu (5/7/2025) pukul 06.30 waktu setempat, Prabowo disambut upacara militer kehormatan lengkap dengan karpet merah.

Prabowo yang memakai setelan safari cokelat khasnya, disambut pejabat tinggi Brazil seperti Duta Besar Laudemar Gonçalves de Aguiar Neto dan Komandan Air Force Base Galeão Kolonel Marcell Barros de Paula.

Prabowo datang didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Acara berlangsung di Museum Seni Modern (MAM) Aterro do Flamengo, Rio De Janeiro, Minggu (5/7/2025). Diawali dengan upacara kedatangan resmi para kepala negara dan pemerintahan negara anggota BRICS sekitar pukul 09.30, diikuti sesi foto bersama delegasi pukul 10.30.

Tak lama, para pemimpin memasuki sesi pleno pertama bertajuk Perdamaian dan Keamanan serta Reformasi Tata Kelola Global. Dilanjutkan sesi makan siang serta rapat kerja secara tertutup yang memperdalam pembahasan isu tersebut.

Baca juga : 51 RT di Jakarta Tergenang, Mas Pram Diuji Banjir Kiriman

Tepat pukul 14.45, datang kepala delegasi negara mitra dan organisasi internasional, disusul sesi pleno kedua bertema Penguatan Multilateralisme, Urusan Ekonomi-Keuangan, dan Kecerdasan Buatan pukul 16.00. Puncak pertemuan hari pertama KTT BRICS ditutup dengan resepsi resmi yang digelar Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva dan Ibu Negara Janja Lula da Silva.

Sedangkan agenda hari kedua KTT BRICS, Senin (7/7/2025) dijadwalkan menggelar sesi pleno bertema Lingkungan Hidup, COP30, dan Kesehatan Global pukul 09.00.

Prabowo menyuarakan sikap dan posisi Indonesia sebagai bridge-builder dalam berbagai isu global. Serta upaya kolektif di tengah situasi dunia yang semakin tak menentu.

Kepala negara juga menekankan pentingnya Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang dan tantangan bersama. Khususnya di sektor keamanan, etika, dan kesenjangan teknologi antarnegara. Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pemanfaatan AI yang inklusif dan bertanggung jawab.

Menteri Luar Negeri Sugiono menerangkan, sebagai negara yang tergabung dalam Global South sekaligus anggota G20, Indonesia akan memanfaatkan forum BRICS sebagai platform memperjuangkan kerja sama global yang lebih adil. Serta memajukan kepentingan nasional dalam berbagai bidang ekonomi, keuangan, pendidikan, dan teknologi.
 
"Presiden Prabowo, hadir untuk pertama kalinya, akan menyuarakan posisi Indonesia sebagai pembuat jembatan dalam beragam isu global dan upaya bersama di tengah ketidakpastian global," kata Sugiono, dalam keterangan resminya, Minggu (6/7/2025).
 
Namun, KTT BRICS digelar tanpa kehadiran Presiden China Xi Jinping. Ini kali pertama Jinping absen dalam pertemuan BRICS. Dilansir CNN, Minggu (6/7/2025), Jinping hanya mengutus Perdana Menteri China Li Qiang.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin juga tak bisa hadir langsung. Putin hadir secara virtual. Alasannya sama seperti saat dia tak hadir langsung di KTT BRICS Afrika Selatan pada 2023. Brazil, seperti Afrika Selatan, adalah penandatangan Pengadilan Kriminal Internasional. Sehingga, Brazil dapat menangkap Putin yang dituduh melakukan kejahatan perang di Ukraina. Sedangkan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, hadir.

Adsense

BRICS awalnya hanya beranggota Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Sejak tahun 2024, BRICS berkembang hingga mencakup Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Arab Saudi.

Baca juga : PSI Jawa Timur Bangun Posko Untuk Pemilu Raya

KTT 2025 menjadi wadah bagi para pemimpin BRICS membahas sejumlah isu politik dan keamanan global, seperti konflik di berbagai kawasan, reformasi tata kelola global, hingga penguatan multilateralisme. Selain itu, peluang kerja sama ekonomi dan keuangan serta isu lainnya seperti tata kelola AI, lingkungan dan aksi iklim, serta kesehatan global.

Sejak bergabung dengan BRICS awal 2025, Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam 165 pertemuan BRICS di bawah Keketuaan Brazil, termasuk di antaranya 20 Pertemuan Tingkat Menteri.

KTT BRICS 2025 dihadiri lebih dari 30 pemimpin negara anggota BRICS, negara mitra, undangan khusus, serta Ketua Organisasi Internasional. KTT ini mengusung tema Strengthening Global South Cooperation to a More Inclusive and Sustainable Governance. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah dorongan BRICS memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

KTT BRICS akan menghasilkan empat dokumen. Di antaranya Leaders' Declaration yang mencerminkan posisi dan komitmen bersama BRICS terkait isu-isu politik dan keamanan, ekonomi, dan keuangan, serta keberlanjutan pelibatan berbagai pemangku kepentingan. Kemudian pernyataan tentang tata kelola global dan AI, kerangka kerja pendanaan iklim, serta kemitraan BRICS untuk mengatasi penyakit yang ditentukan secara sosial.

Selain itu, BRICS menyerukan reformasi Dana Moneter Internasional (IMF). Seruan ini tertuang dalam pernyataan bersama para menteri keuangan blok ekonomi negara berkembang tersebut.

"Dengan penuh rasa hormat terhadap proses seleksi berdasarkan prestasi, representasi regional kepemimpinan IMF harus ditingkatkan, meninggalkan kesepakatan yang sudah ketinggalan zaman pasca-Perang Dunia II yang tak sesuai dengan tatanan dunia saat ini," tulis para menteri BRICS usai pertemuan di Rio de Janeiro, Brazil, seperti dilansir Reuters, Minggu (6/7/2025).

Baca juga : Bank Pelat Merah Royal Gelontorin Kredit Hijau

BRICS mendesak formula baru, meningkatkan kuota bagi negara berkembang yang mempertimbangkan output ekonomi dan daya beli, termasuk nilai relatif mata uang. BRICS mendukung usulan bersama tersebut dibahas pada agenda pertemuan tinjauan IMF, Desember mendatang.

BRICS juga mengkonfirmasi pembentukan mekanisme penjaminan baru yang didukung New Development Bank (NDB), bank multilateral milik BRICS, yang bertujuan menurunkan biaya utang dan mendorong investasi di negara berkembang.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyatakan, NDB berbeda dari lembaga keuangan global yang selama ini ada. NDB tak akan mendominasi seperti IMF.

Dia mengajak NDB membantu negara berkembang, terutama di sektor infrastruktur. Indonesia melihat, NDB jadi mitra potensial dalam mendukung pembiayaan infrastruktur nasional. "Pembiayaan infrastruktur menjadi beberapa item yang kita bicarakan di BRICS maupun di NDB," kata Thomas.

Terkait daftar proyek yang berpotensi dibiayai NDB, kata Thomas, menjadi ranah Kementerian Investasi. Kementerian Keuangan mendukung proses dan koordinasi kebijakan. "NDB benar-benar melihat potensi investasi di proyek-proyek kita, tak ada intervensi negara lain. Jadi, saya rasa ini murni kerja sama saling menguntungkan," tambahnya.

Selama di Brazil, selain hadir perdana di rangkaian KTT BRICS, Prabowo dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral meningkatkan kerja sama perdagangan, energi, pertahanan, hingga ketahanan pangan. "Presiden dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral meningkatkan kerja sama di berbagai bidang," sebut keterangan tertulis dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense