Sebelumnya
Dengan pertumbuhan tahunan 9,1 persen, produksi lokal alat kesehatan berteknologi tinggi pun terus menunjukkan tren peningkatan.
“Di sinilah Swiss, dengan ekosistem inovatif dan keunggulan teknologi, dapat berperan besar,” ujar Dubes Ngurah.
Baca juga : Kemenekraf-Kemenkop Kerja Sama Perkuat Koperasi Dan Ekonomi Kreatif
Tercatat, total investasi Swiss ke Indonesia pada 2024 meningkat menjadi 244,9 juta dolar AS (Rp 3,98 triliun). Sementara nilai perdagangan bilateral mencapai 2,37 miliar dolar AS (sekitar Rp 38,52 triliun).
Dubes Ngurah mengatakan, Swiss-Indonesia Innovation and Investment Forum 2025 belum lama digelar, tepatnya pada 11 Juni 2025 di Basel, Swiss. Acara ini mengangkat tema Bridging Continents: Life Science, Healthcare and Technology Partnership Between Swiss and Indonesia.
Baca juga : Pemerintah Perkuat Peran Koperasi Merah Putih Di Pengadaan Barang Dan Jasa
Forum ini diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern dan didukung oleh Bank Indonesia London, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia-Swiss, serta Swiss-Asia Chamber of Commerce. Kalangan pengambil kebijakan, pelaku usaha, akademisi dan investor dari kedua negara bertemu dalam forum itu.
Menjelang peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss pada 2026, Dubes Ngurah menyampaikan bahwa Indonesia menantikan kunjungan Federal Councillor Guy Parmelin bersama delegasi bisnis Swiss pada Oktober 2025. Momentum tersebut diyakini akan memperkuat kerja sama ekonomi. Khususnya setelah Bilateral Investment Treaty (BIT) mulai berlaku dan memberikan kepastian hukum bagi investor Swiss.
Baca juga : Indonesia Dan Amanah Kemanusiaan Palestina
“Indonesia berharap kolaborasi ini semakin intensif. Terutama dengan pemanfaatan maksimal dari perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EFTA CEPA (perjanjian perdagangan bebas Indonesia dan negara-negara Eropa),” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.