Dark/Light Mode

Pemerintah Perkuat Peran Koperasi Merah Putih Di Pengadaan Barang Dan Jasa

Kamis, 10 Juli 2025 16:26 WIB
Kerja sama LKPP dan Kemenkop mengembangkan koperasi merah putih untuk pengadaan barang dan jasa. (Foto: LKPP)
Kerja sama LKPP dan Kemenkop mengembangkan koperasi merah putih untuk pengadaan barang dan jasa. (Foto: LKPP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi kerakyatan, pemerintah terus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) di Gedung Kemenkop, Kamis (10/7/2025).

Nota kesepahaman yang bertajuk “Sinergi Tugas dan Fungsi Penguatan Peran Koperasi dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa” ini menjadi tonggak penting dalam memperluas partisipasi Koperasi Merah Putih dalam ekosistem pengadaan pemerintah. Tujuannya adalah memberdayakan koperasi sebagai agregator penyedia lokal, khususnya dalam penyediaan Produk Dalam Negeri (PDN).

Baca juga : Janji Pemain Brazil Di Persija: Saya Datang Untuk Juara

Kepala LKPP Hendrar Prihadi (Hendi) menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan implementasi Koperasi Merah Putih, yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo dalam mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.

“Kami menyampaikan dukungan agar program ini cepat direalisasikan. Pemanfaatan PDN dan koperasi secara masif akan menukik pada pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi dengan target pendirian 80.000 Koperasi Merah Putih,” ujar Hendi.

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, yang menetapkan target penggunaan Produk Dalam Negeri minimal 95 persen dan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) dalam pengadaan pemerintah sebesar minimal 40 persen.

Baca juga : Koperasi Merah Putih Jadi Strategi Wujudkan Keadilan Ekonomi Berkualitas

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyambut baik sinergi ini sebagai langkah konkret membangun Ekosistem Ekonomi Nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Momentum hari ini penting karena koperasi pada hakikatnya adalah kerja sama. Kolaborasi ini akan berlangsung secara terstruktur, masif, dan sistematis dengan LKPP, demi membuka banyak peluang dan kesempatan bagi koperasi di seluruh Indonesia,” ungkap Budi. 

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi koperasi dalam rantai pasok pemerintah, tetapi juga mendorong transformasi koperasi menjadi entitas ekonomi modern, kompetitif, dan berbasis digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.