RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menyatakan keyakinannya bahwa perdamaian abadi suatu saat akan tercipta di tanah Palestina, meski kini masih diduduki pasukan zionis Israel.
Ia menilai, Palestina merupakan tanah yang secara historis dan religius dimiliki bersama oleh tiga agama besar yang berasal dari keturunan Nabi Ibrahim, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam.
"Orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Muslim pada hakikatnya dan pada dasarnya mereka punya hak religius terhadap tanah Palestina, karena berasal dari nenek moyang yang sama dari Nabi Ibrahim AS," ujar Mahfuz dalam diskusi daring yang digelar Indonesia Anti Fraud Center (IAFC) bersama Partai Gelora di Gelora Media Centre, Kamis (10/7/2025).
Mahfuz menilai, tindakan brutal pemerintahan zionis Israel di bawah Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, yang dituding melakukan genosida di Gaza, tidak mencerminkan keseluruhan sikap masyarakat Yahudi.
"Pemerintah Israel sekarang itu hanya didukung sebagian masyarakat Yahudi. Sebagian lain yang lebih besar di Amerika dan di kota-kota Eropa justru demo dan mendukung Palestina," ujarnya.
Baca juga : JTrust Bank Dukung Penataan Kawasan Heritage Jakarta
Menurutnya, solusi dua negara atau two state solution adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan itu, meski diakui akan sulit terwujud karena Netanyahu masih berambisi mendirikan "Israel Raya".
Dubes RI untuk China periode 2005–2009, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, yang turut hadir dalam diskusi, menyebut Indonesia punya peluang besar memainkan peran sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah.
"Kita bisa menempatkan diri sebagai negara yang punya kesempatan untuk berperan. Tapi kita juga harus meningkatkan kapasitas agar diterima sebagai negara mediator," kata Sudrajat, yang kini menjabat Staf Khusus Menhan Bidang Diplomasi Pertahanan.
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya membangun komunikasi intensif dengan berbagai negara demi mencegah eskalasi situasi geopolitik global.
"Kita sekarang dalam keadaan yang tidak baik. Maka kita harus konsentrasi membangun dalam negeri agar krisis tidak terlalu dalam," tegasnya.
Baca juga : Tinjau Tanggul Ciliwung, Pramono Akui Banjir Terkadang Susah Dilawan
Sudrajat juga mengimbau pemerintah lebih intens menjalin komunikasi dengan partai politik, termasuk Partai Gelora, guna memperkuat pemahaman geopolitik publik dan mencegah kegaduhan di dalam negeri.
Sementara itu, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Ka Bais) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, mengingatkan bahwa wajah perang masa depan jauh lebih kompleks dibanding perang konvensional.
"Israel sekarang sedang mengembangkan senjata baru namanya neokorteks. Strategi ini berbasis pada bagian otak manusia yang mengatur logika, persepsi, emosi, dan keputusan," jelas Soleman.
Ia menyebut senjata ini bertujuan mengendalikan pikiran publik global, memanipulasi opini, hingga melemahkan aktivis dan LSM pro-Palestina melalui media sosial dan informasi yang dimanipulasi.
"Israel aktif menyebarkan narasi dan menyusupi media sosial untuk mengubah opini dunia, termasuk negara-negara Arab dan Eropa. Tujuannya, agar dunia pro Israel dan meninggalkan Palestina," tegasnya.
Baca juga : Seleksi Pemilihan Calon Ketua dan ADK LPS Dibuka, Ini Syarat dan Ketentuannya
Menurutnya, dengan strategi neokorteks ini, Israel berupaya menciptakan tekanan global terhadap pihak-pihak yang mendukung Palestina, agar lumpuh secara psikologis dan kehilangan dukungan.
"Israel coba mengendalikan pikiran manusia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.