Dark/Light Mode

Tinjau Tanggul Ciliwung, Pramono Akui Banjir Terkadang Susah Dilawan

Selasa, 8 Juli 2025 11:30 WIB
Aktivitas warga saat banjir merendam kawasan pemukiman di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Senin (7/7/25). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pada Senin (7/7) pukul 06.00 WIB sebanyak 109 rukun tetangga (RT) masih terendam banjir yang berangsung surut di wilayah Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan akibat tingginya intensitas hujan dan meluapnya sejumlah aliran sungai di Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Aktivitas warga saat banjir merendam kawasan pemukiman di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Senin (7/7/25). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pada Senin (7/7) pukul 06.00 WIB sebanyak 109 rukun tetangga (RT) masih terendam banjir yang berangsung surut di wilayah Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan akibat tingginya intensitas hujan dan meluapnya sejumlah aliran sungai di Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi banjir di kawasan Tanggul Inspeksi, Kali Ciliwung, Kelurahan Rajawati, Kecamatan. Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

Di lokasi itu, Pramono bertemu dan menyampaikan terima kasih atas kerja keras petugas lapangan seperti pasukan oranye, biru, hijau dan pelangi.

Pramono berharap warga memahami tidak semua banjir bisa dicegah secara mutlak. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem dan fenomena alam yang tidak terkendali.

Baca juga : 51 RT di Jakarta Tergenang, Mas Pram Diuji Banjir Kiriman

“Kalau melihat banjir yang kemarin yang terjadi di Jakarta, maka setelah saya merenung, banjir itu terkadang memang tidak bisa dilawan,” ujar Pramono.

Dia menegaskan pentingnya strategi mitigasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap masyarakat.

"Maka untuk itu kita harus mensiasati bagaimana supaya banjirnya tidak memberikan dampak negatif atau dampak kepada warga,” lanjutnya.

Baca juga : Dari Saudi, Prabowo Minta Korban Cepat Dievakuasi

Pramono menyampaikan pentingnya kerja sama lintas dinas dalam menyusun rencana strategis ke depan.

"Pemprov harus mempunyai planning untuk mempersiapkan kalau terjadi banjir seperti kemarin,” tegasnya.

Pramono menjelaskan, banjir kemarin disebabkan oleh tiga faktor yang terjadi bersamaan, curah hujan tinggi di hulu, curah hujan tinggi di Jakarta, dan fenomena pasang laut (rob).

Baca juga : Usul Bangun Kampung Haji, Prabowo Lobi Pangeran Saudi

“Airnya tidak bergerak,” jelasnya.

Gubernur juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menentukan waktu yang tepat dalam mengoperasikan pompa-pompa air di Jakarta.

“Jam setengah sebelas malam, prediksi air baru mulai surut di laut. Begitu air mulai surut, maka saya perintahkan kepada Bu Ika dan teman-teman, pompa dimaksimalkan di seluruh daerah, agar kemudian airnya bisa turun ke laut,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.