Sebelumnya
Konflik ini bermula dari saling serang dan penculikan antara kelompok bersenjata Druze dan suku Badui Sunni di Suwayda. Pasukan Pemerintah akhirnya turun tangan. Mereka bentrok dengan kelompok Druze selama empat hari dari tanggal 13 Juli hingga 16 Juli 2025.
Otoritas baru Suriah, yang sebagian besar Muslim Sunni, telah menghadapi kecurigaan dari kelompok minoritas, terutama setelah bentrokan antara pasukan Pemerintah dan kelompok bersenjata pro-Assad pada Maret lalu berubah menjadi serangan balas dendam sektarian. Ratusan warga sipil dari minoritas agama Alawi, yang merupakan bagian dari Assad, tewas.
AS Turun Tangan
Baca juga : Prabowo Sambut Presiden Brasil Bawa Ratusan Pebisnis ke Indonesia
Pemerintah Amerika Serikat (AS) langsung turun tangan untuk memastikan serangan Israel tidak melebar menjadi konflik baru di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri (AS) Marco Rubio mengaku telah tercapai kesepakatan untuk memulihkan ketenangan di Suriah, Rabu (16/7/2025). Dia menyebut, ada kesalahpahaman atas kekerasan yang mencakup serangan Israel di Damaskus.
“Kami telah menyepakati langkah-langkah spesifik yang akan mengakhiri situasi yang meresahkan dan mengerikan ini,” cuit Rubio di X dikutip dari AFP, Kamis (17/7/2025).
Baca juga : Prabowo Disambut Hangat Presiden Brasil Di Istana, Merah Putih Berkibar
Dia menegaskan, Israel dan Suriah harus memenuhi komitmen yang telah mereka buat. “Sederhana. Hanya ini yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka,” sambungnya.
Rubio menyalahkan adanya persaingan historis yang telah berlangsung lama atas bentrokan di Kota Suwayda yang mayoritas penduduknya Druze dengan Pemerintah Suriah.
Baca juga : Pelatih Dewa United: Piala Presiden Buat Uji Coba Kekuatan
“Kami telah berkomunikasi sepanjang pagi dan malam dengan kedua belah pihak. Semoga dapat kembali ke jalur yang benar dan membantu Suriah membangun negaranya serta mencapai situasi yang jauh lebih stabil,” harap Rubio.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.