BREAKING NEWS
 

Total Terinfeksi 64.434, Total Sembuh 6.766

Korban Tewas Akibat Virus Corona Kini Sudah 1.383 Orang

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 14 Februari 2020 11:10 WIB
Foto: SCMP

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan adanya tambahan 5.090 kasus terinfeksi virus Corona atau Covid-19 pada Kamis (13/2).

Tambahan angka ini memastikan jumlah korban terjangkit di China daratan, naik menjadi 63.851 orang per Jumat (14/2).

Sedangkan angka kematiannya, bertambah 121 kasus menjadi total 1.380.

Baca juga : Alamak, Korban Tewas Coronavirus Kini 1.013 Orang

Dari 5.090 tambahan angka terinfeksi yang terjadi pada Kamis (13/2), 4.823 di antaranya disumbang Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penularan wabah virus Covid-19.

Di tataran global, Covid-19 telah menewaskan 1.383 orang (ada tiga kasus kematian di luar China, yang masing-masing terjadi di Filipina, Hong Kong, dan Jepang, Red). Dengan 64.434 korban terinfeksi, dan 6.766 pasien yang berhasil disembuhkan.

Adsense

Seperti dilansir South China Morning Post pada Jumat (14/2), ini adalah hari kesepuluh berturut-turut, di mana data harian kasus terjangkit di seluruh China daratan mengalami penurunan jumlah. Namun, tidak termasuk Hubei.

Baca juga : Gawat, Korban Tewas New Coronavirus Sudah 910 Orang

Sekadar catatan, angka-angka yang dilaporkan di atas adalah angka di hari kedua perubahan kriteria diagnostik, yang kini memasukkan analisis gejala sebagai dasar konfirmasi.

Perubahan kriteria diagnostik ini memunculkan suatu bentuk ketakutan.

Wabah yang sesungguhnya terjadi, dikhawatirkan lebih parah dari yang dilaporkan. Terlebih, di hari pertama penerapan kriteria tersebut, angka korban langsung melonjak.

Baca juga : Naik Terus, Korban Tewas New Coronavirus di China Daratan, Kini Jadi 636

Namun, hal ini disanggah Direktur Program Kesehatan Darurat Badan Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan. Menurutnya, mengatakan, kriteria tersebut tidak mewakili perubahan besar dalam wabah Covid-19.

 "Peningkatan yang Anda lihat dalam 24 jam terakhir, semata-mata terjadi karena perubahan cara pelaporan. Hal itu tidak menggambarkan perubahan signifikan dalam lintasan pandemi," ujar Ryan, dalam konferensi pers, seperti dikutip The Straits Times, Jumat (14/2). [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense