RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia mendapat kehormatan untuk berpartisipasi dalam peringatan 100 tahun kapal layar tertua di dunia, Sorlandet, yang akan digelar di Kristiansand, Norwegia, pada 20-22 Agustus 2027. Undangan ini disampaikan langsung pihak Sorlandet dalam jamuan makan siang di atas kapal layar legendaris Christian Radich pada 16 September 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Norwegia Teuku Faizasyah hadir bersama staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo. Hadir juga perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo.
Wali Kota Kristiansand Mathias Bernander sedianya hadir, namun berhalangan. Sambutannya diwakilkan Direktur Sorlandet Knut Arne Gjertsen. Turut hadir Direktur Christian Radich Hasse Lindmoe serta Project Manager perayaan 100 tahun Sorlandet Sylvia Jacobsen.
Dalam keterangan tertulis KBRI Oslo, Kamis (25/9/2025), Dubes Faizasyah menyampaikan apresiasinya atas undangan tersebut. Menurutnya, undangan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan baik antara Indonesia dan Norwegia yang sama-sama dikenal sebagai negara maritim.
Baca juga : Indonesia Diundang Hadiri Peringatan 100 Tahun Kapal Layar Tertua Di Dunia
“Kami menghargai undangan ini dan akan meneruskannya ke pihak TNI AL. Semoga KRI Bima Suci bisa berpartisipasi,” harapnya.
Dubes Faizasyah mengatakan, penghormatan terhadap tradisi maritim menjadi karakter yang menyatukan kedua negara. Sebagai informasi, Sorlandet dibangun pada 1927. Kini, di usia 98 tahun, kapal itu menjadi kapal layar tertua di dunia yang masih aktif melaut.
Sorlandet menjalani pelayaran sekitar 10 bulan setiap tahun dalam program pendidikan maritim bagi pemuda berusia 15-19 tahun dari berbagai negara. Kapal ini dikelola yayasan The Ship Sorlandet dan menjadi platform belajar bagi A+ World Academy, sekolah internasional berasrama yang menawarkan kurikulum Advanced Placement sambil berlayar.
Saat undangan kepada Indonesia disampaikan, Sorlandet sedang dalam pelayaran di Samudra Atlantik. Sementara, kapal Christian Radich-yang menjadi lokasi jamuan makan siang-dibangun pada 1937 dan kini berusia sekitar 88 tahun.
Baca juga : Timpora Waspadai Orang Asing Di Acara Akbar 100 Tahun Papua
Seperti Sorlandet, kapal ini juga berfungsi sebagai kapal pelatihan maritim dan rutin mengikuti ajang The Tall Ships Races. Saat ini, Christian Radich juga digunakan sebagai school ship untuk pelaut muda. Khususnya di musim dingin, serta menyelenggarakan program Windjammer bagi pemuda Norwegia yang mengalami kesulitan dalam pendidikan formal.
Kedua kapal tersebut bersama kapal Statsraad Lehmkuhl (dibangun pada 1914), dikenal sebagai the three great Norwegian tall ships yang menjadi simbol kebanggaan maritim Norwegia.
Indonesia juga memiliki pengalaman dalam tradisi kapal layar internasional. Pada 2023, KRI Bima Suci berpartisipasi dalam The Tall Ships Races di Norwegia dan berhasil meraih 12 penghargaan. Termasuk The Most Spectacular Arrival dan The Best Dressed Ship.
Partisipasi ini sekaligus menjadi ajang promosi seni dan budaya Indonesia, yang disambut hangat masyarakat Norwegia. Penyampaian undangan kepada Indonesia menjadi bentuk persahabatan, sekaligus pengakuan Norwegia atas status Indonesia sebagai salah satu negara maritim utama dunia.
Baca juga : Dewi Yustisiana Dukung Langkah Tegas Pemerintah Stop Sementara 190 Tambang
Dengan sekitar 17.000 pulau, Indonesia sejajar dengan Norwegia yang memiliki lebih dari 239.000 pulau dan islet, sebagai bangsa kepulauan dengan warisan laut yang kaya. Kerja sama maritim pun menjadi salah satu fokus penting dalam hubungan kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.