BREAKING NEWS
 

AS-Indonesia Perkuat Upaya Perangi Kejahatan Keuangan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 30 September 2025 16:24 WIB
Lokakarya Penelusuran dan Pemulihan Aset yang digelar CITAP dam OPDAT bekerja sama dengan Polri, di Makassar. (Foto: Dok. Departemen Kehakiman AS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Bantuan Pelatihan Investigasi Kriminal Internasional (ICITAP) Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan Kantor Pengembangan, Bantuan, dan Pelatihan Kejaksaan Luar Negeri (OPDAT), bekerja sama dengan Polri menyelenggarakan Lokakarya Penelusuran dan Pemulihan Aset selama dua hari, 23-24 September 2025, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Program yang memasuki tahun ke-16 ini mempertemukan 24 penyidik Polri dan enam jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung dari Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Acara dipandu para ahli dari ICITAP, OPDAT, Polri, Kejaksaan Agung, Unit Intelijen Keuangan Indonesia, dan ahli penelusuran aset lokal.

Para peserta mendapatkan keterampilan dasar dalam investigasi keuangan, undang-undang pencucian uang, teknik digital forensik, metode penelusuran aset, dan kerja sama antarlembaga. Kegiatan ini membekali para peserta dengan perangkat yang diperlukan untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan keuangan yang kompleks.

Baca juga : Dari Perut Ke Petani Modern

Lokakarya ini menggarisbawahi bagaimana kerja sama internasional dan teknik investigasi modern dapat “mengikuti jejak uang”, membantu pihak berwenang memulihkan aset terlarang, dan membongkar kelompok kejahatan transnasional terorganisir di sumbernya.

“Lokakarya ini mencerminkan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz, dalam keterangan yang diterima RM.id, Selasa (30/0/2025).

Adsense

Dia menerangkan, kejahatan keuangan di sektor publik tidak hanya menjadi tantangan nasional. Kejahatan ini melintasi batas negara dan merongrong sistem keuangan global.

Baca juga : Waskita Karya Gandeng Kejati Kaltara Kawal Proyek RSUD Tana Tidung

“Dengan mengikuti jejak uang dan melacak serta memulihkan aset, kita melindungi ekonomi kita, memperkuat kepercayaan publik, dan meminta pertanggungjawaban jaringan kriminal. Kerja sama internasional sangat penting untuk menghentikan akar kejahatan ini," tambahnya.

Rangkaian lokakarya Penelusuran dan Pemulihan Aset dimulai pada Juni 2023. Awalnya dikembangkan ICITAP dengan koordinasi erat dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, yang kemudian direstrukturisasi ke dalam Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas) Polri.

Sejak September 2023, OPDAT memperluas program ini dengan melibatkan jaksa-jaksa dari Kejaksaan Agung sehingga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara penyidik dan jaksa untuk menangani kejahatan keuangan yang terkait dengan sektor publik.

Baca juga : Thermotech Ramaikan RHVAC Indonesia 2025, Hadirkan Pendingin Ramah Lingkungan

Selama dua tahun dan tiga bulan terakhir, rangkaian pelatihan ini telah melibatkan 357 peserta dari 23 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam memerangi kejahatan keuangan yang mengancam stabilitas ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Lokakarya ini didanai Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional Departemen Luar Negeri AS. Prakarsa ini memperkuat komitmen AS untuk melindungi sistem keuangan Amerika. Yaitu dengan memastikan kejahatan dapat dihalangi sebelum dapat mencapai batas negara AS. Kegiatan ini juga memperkuat kapasitas Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense