BREAKING NEWS
 

IPR: Prabowo Hadiri KTT Gaza Di Mesir, Tegaskan Peran Indonesia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 13 Oktober 2025 13:30 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait perdamaian di Gaza, Palestina, yang digelar di Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir, Senin (13/10/2025), menandai langkah penting diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.

KTT tersebut dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia dari negara-negara Timur Tengah dan Eropa, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Forum itu bertujuan mencari solusi damai dan langkah konkret untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo hadir di KTT atas undangan langsung Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. “Presiden Prabowo mendapat undangan khusus dan segera bertolak menuju Kairo pada Minggu malam untuk menghadiri pertemuan bersejarah ini,” ujarnya.

Baca juga : BRI Hadirkan Musik Kelas Dunia: Konser Babyface Dengan Penawaran Eksklusif BRImo

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai, kehadiran Presiden Prabowo di forum tersebut menegaskan posisi strategis dan kredibilitas Indonesia di mata dunia. “Indonesia tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai pihak yang diakui memiliki kapasitas moral dan politik untuk berkontribusi nyata dalam penyelesaian konflik panjang antara Israel dan Palestina,” kata Iwan dalam keterangannya, Senin.

Adsense

Ia menambahkan, langkah diplomasi yang ditunjukkan Presiden Prabowo dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Sejak pidatonya di Sidang Umum PBB ke-80, kata Iwan, Indonesia tampil sebagai suara moderat yang mampu menyeimbangkan kepentingan politik dengan nilai kemanusiaan universal.

“Bahkan gagasan Prabowo untuk mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza merupakan bentuk konkret diplomasi berbasis aksi, bukan sekadar pernyataan,” ujar Iwan.

Baca juga : Menlu Belanda Sebut Indonesia Mitra Kunci

Menurut dia, inisiatif tersebut memperlihatkan upaya Indonesia untuk memposisikan diri sebagai guardian of peace atau penjaga perdamaian dunia. Tawaran pasukan perdamaian dinilai bukan hanya simbol solidaritas, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaga keamanan pascakonflik di wilayah Gaza.

“Indonesia memiliki pengalaman luar biasa dalam rekonstruksi pascabencana seperti di Aceh dan Nias, yang bisa menjadi model untuk membangun kembali Gaza secara manusiawi dan berkelanjutan,” tutur Iwan.

Ia menegaskan, kehadiran Presiden Prabowo di KTT Mesir merupakan bukti bahwa diplomasi Indonesia kini tidak hanya berbicara, tetapi juga bekerja nyata. “Inilah wajah baru diplomasi Indonesia—tenang, berdaulat, dan berorientasi pada hasil nyata bagi perdamaian dunia,” kata Iwan menutup pernyataannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense