RM.id Rakyat Merdeka - Higashimoto Takuya (38) diringkus kepolisian Nagoya, Jepang, setelah ketahuan melakukan pemesanan 1.095 makanan via aplikasi layanan antar makanan secara online, Demae-Chan, tanpa membayar. Akibat perbuatannya, aplikasi tersebut mengalami kerugian sebesar 3,7 juta yen atau sekitar Rp 406,7 juta. Metode yang dia pakai dengan mengaku pesanan makanannya tidak sampai ke alamat.
Aplikasi Demae-Chan pun memberikan uang ganti rugi kepada pelanggan yang mengajukan keluhan refund dengan alasan pesanan tidak sampai. Higashimoto sudah melakukan aksi penipuannya ini sejak April 2023.
Saat itu, dia mencoba memesan makanan dengan nama dan alamat fiktif. Dia tidak terdeteksi karena memilih pengantaran tanpa harus bertemu dengan kurir Demae-Chan.
Baca juga : Prabowo Minta 2.000 Profesional Muda Untuk Dipekerjakan Di Sektor Strategis
Saat makanan tiba, dia langsung mengajukan refund dengan alasan pesanan tidak sampai. Operator Demae-Chan pun memberikan pengembalian dana sebesar 16.000 yen (Rp 1,7 juta).
Melihat metodenya berhasil, Higashimoto melanjutkan aksinya itu. Pria yang sudah lama menganggur ini bahkan membuat 124 akun bodong untuk memesan makanan dan minuman.
Pesanannya mulai dari ice cream, roti lapis, ramen, hamburger, hingga steak daging mahal. “Awalnya, saya hanya mencoba trik ini. Saya tidak bisa berhenti setelah menuai hasil penipuan saya,” aku Higashimoto dikutip South China Morning Post, Selasa (14/10/2025).
Baca juga : Taufik Basari: Pelaksanaan Kewenangan Lembaga Negara Harus Sesuai Konstitusi
Warganet di China dan Jepang merespons insiden tersebut. “Kebijakan pengembalian dana platform perlu diperbaiki. Mereka terlalu lunak terhadap pelanggan,” kata netizen.
Aksi penipuannya ini terbongkar pada 30 Juli lalu. Kini platform Demae-Chan melakukan perbaikan sistem keamanan untuk mencegah penipuan serupa terjadi kembali.
Baca juga : Kapan Gejala Keracunan Makanan Muncul
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.