Dark/Light Mode

Tiga Evaluasi Keracunan Makanan MBG

Sabtu, 20 September 2025 10:26 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Sehubungan berita RM.id hari ini, Sabtu (20/9/2025), “Ratusan Siswa Kembali Keracunan MBG, Istana Minta Maaf”, maka ada tiga kemungkinan terjadinya keracunan dan harus dievaluasi mendalam.

Pertama, tentu di proses memasak makanannya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), harus terjamin tiga hal, yaitu kebersihan berbagai alat dan persiapannya, proses masak yang baik dan benar, serta pengemasanan. Tetapi harus diingat bahwa masalah bukan hanya dan belum tentu juga ada di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), masih ada kemungkinan titik kritis lain.

Baca juga : Ratusan Siswa Kembali Keracunan MBG, Istana Minta Maaf

Kedua dan juga amat penting adalah kebersihan, kesegaran dan kesehatan bahan pangan awalnya, baik tanaman atau hewan. Kalau tinggi kadar insektisidanya, atau hewan yang dipotong dari kandang yang banyak hewan sakit, atau ada berbagai kontaminasi lainnya maka tentu bisa saja makanan yang tersaji lalu jadi tidak sehat dan bukan tidak mungkin terjadi keracunan. Tentu, ini tergantung dari jenis dan seberapa besar pencemarannya serta bagaimana pengolahan makanan selanjutnya. 

Ketiga adalah transportasi dan penyimpanan bahannya. Berita di media tentang feri yang terlambat atau jalan yang rusak berat sehingga truk pembawa bahan pangan harus menunggu ber jam-jam atau ber hari-hari misalnya, tentu punya dampak bagi bahan pangannya. Begitu juga kalau gudang penyimpanan tidak memenuhi syarat (ventilasi, kelembaban suhu dll), maka juga akan punya dampak terhadap hasil akhir produk makanan yang dikonsumsi.

Baca juga : Diplomasi Kesehatan Global

Tegasnya memang ada beberapa alur proses yang harus dievaluasi secara mendalam. Dengan keracunan makanan yang sudah sampai ribuan ini maka analisa mendalam pada setiap kejadian tentu dapat menjadi acuan tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, yang harus diperbaiki agar jangan sampai terjadi lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.