BREAKING NEWS
 

Ke Malaysia, Thailand, Kamboja, Trump Kasih Tarif Impor Nol Persen

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 28 Oktober 2025 07:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kedua kiri) foto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri), Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kanan) dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, saat menghadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). (Foto: Instagram/whitehouse)

 Sebelumnya 
Malaysia di sisi lain berkomitmen menyederhanakan izin impor kosmetik dan farmasi asal AS. Sebagai imbalannya, negeri jiran itu memperoleh pembebasan tarif untuk sejumlah komoditas unggulan seperti minyak sawit, kakao, karet, dan peralatan kedirgantaraan. 

Menteri Perdagangan Malaysia Tengku Zafrul Aziz menyebut kebijakan tersebut sebagai kemenangan bagi sektor ekspor negaranya. 

“Kami mendapat pembebasan tarif untuk peralatan kedirgantaraan, produk farmasi, serta komoditas seperti minyak sawit, kakao, dan karet,” ujarnya. 

Baca juga : Gubernur Papua Terima Aspirasi Majelis Rakyat

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pembicaraan dagang dengan AS telah kembali berjalan setelah sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan AS. 

Menurut Airlangga, negosiasi ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga minggu mendatang. Pemerintah juga telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer. 

Airlangga optimistis Indonesia juga bisa memperoleh pembebasan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas unggulan. 

Baca juga : Mandiri Sukses Salurkan Kredit Hingga Rp 1.764 T

“Intinya secara prinsip, komoditas yang bisa ditanam di Indonesia tapi tidak bisa di Amerika, dan sebaliknya. Seperti kelapa sawit, kakao, cokelat, itu mereka memberikan tarif nol persen,” ujarnya. 

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai, peluang Indonesia cukup besar untuk mendapatkan fasilitas serupa, terutama bagi produk yang tidak diproduksi di AS. 

“Produk seperti crude palm oil (CPO) dan turunannya, karet dan produk karet, perikanan tertentu, serta furnitur kayu, berpotensi mendapat tarif nol persen,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (27/10/2025). [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense