RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjegal Zohran Mamdani dalam Pemilihan Wali Kota New York City (NYC), gagal total. Dalam pemungutan suara yang digelar Selasa (4/11/2025) waktu setempat, Mamdani berhasil meraih kemenangan telak dengan meraih lebih dari 50 persen suara.
Kemenangan ini menandai sejarah baru bagi New York City (NYC). Mamdani, politisi dari Partai Demokrat sekaligus anggota Majelis Negara Bagian New York (New York State Assembly)-mirip DPRD kalau di Indonesia, menjadi Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah kota yang dijuluki Big Apple itu.
Trump secara terbuka menyerang Mamdani melalui unggahan di Truth Social. Presiden kelahiran New York City itu menuding Mamdani komunis, pembenci Yahudi dan mengancam bakal menahan pengucuran dana federal bagi New York City jika Mamdani menang.
Tak hanya itu. Saking kesalnya, Trump mengolok orang Yahudi yang memilih Mamdani sebagai ‘orang bodoh.’
“Warga Yahudi manapun yang memilih Zohran Mamdani yang terbukti sebagai pembenci Yahudi, adalah orang bodoh,” ketus Trump di akun media sosial Truth Social, Selasa (4/11/2025).
Namun, berbagai serangan itu justru menjadi bumerang. Banyak pemilih menilai, komentar Trump berlebihan dan bernada diskriminatif.
Baca juga : Profil Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York, Siap Tangkap Netanyahu
Dukungan untuk Mamdani pun meningkat. Terutama dari kalangan muda, komunitas minoritas, serta kelompok progresif yang menilai dirinya (Mamdani,red) sebagai simbol perubahan dan toleransi di tengah meningkatnya polarisasi politik di Negeri Paman Sam itu.
Menurut Dewan Pemilu New York, angka partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi ini menjadi yang terbanyak sejak Pemilu 1969. Sekitar 2 juta pemilih memberikan suara mereka di Hari Pemilihan.
Hasil penghitungan 90 persen suara yang diposting NBC News, Rabu (5/11/2025), Mamdani berhasil meraup 50,4 persen suara.
Di posisi kedua, kandidat independen, Andrew Cuomo mendapat 41,6 persen suara. Sementara kandidat dari Partai Republik Curtis Sliwa jadi juru kunci dengan perolehan 7,1 persen suara.
Dalam pidato kemenangannya di Brooklyn, NYC, Mamdani mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya.
“Terima kasih teman-temanku. Matahari mungkin telah terbenam di atas kota kita malam ini, tetapi seperti yang pernah dikatakan Eugene Debs, ‘Aku dapat melihat fajar di hari yang lebih baik bagi umat manusia’,” ucapnya.
Baca juga : 17 Fakta Menarik Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York City
Mamdani melanjutkan, “Selama yang bisa kita ingat, para pekerja di New York telah diberitahu oleh kaum kaya dan berpengaruh bahwa kekuasaan bukanlah milik mereka.”
“Jari-jari yang memar karena mengangkat kotak di lantai gudang, telapak tangan yang kapalan karena setang sepeda pengantar barang, buku-buku jari yang terluka karena luka bakar di dapur — ini bukanlah ta¬mngan-tangan yang diizinkan memegang kekuasaan. Namun, selama dua belas bulan terakhir, kalian telah berani meraih sesuatu yang lebih besar,” imbuhnya.
“Malam ini, melawan segala rintangan, kita telah menggenggamnya. Masa depan ada di tangan kita. Teman-temanku, kita telah menumbangkan sebuah dinasti politik,” tegasnya, dilansir New York Times.
Di pertengahan pidatonya, Mamdani menyebut nama Trump. “Donald Trump, saya tahu Anda menyaksikan. Kencangkan volume TV anda,” ucapnya.
Mamdani meminta pendukungnya bersorak dengan lantang. Mereka pun meneriakkan ‘Mamdani’ dan ‘Hidup Demokrasi.’
Mamdani juga menantang Trump. “Jika ingin mengusir kami, Anda harus melawan kami semua,” tantangnya.
Baca juga : Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia, Presiden RI Urutan Ke-15
Dia menyebut, kemenangannya ini akan menjadi era warga New York meraih visi mereka lewat pemimpin pilihan mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.