RM.id Rakyat Merdeka - Tangkap Tersangka
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong mengumumkan tujuh orang terkait kasus dugaan korupsi proyek banjir. Response ini dilakukan untuk mencegah unjuk rasa warganya yang semakin meluas.
Bongbong mengatakan, aparat telah menangkap satu tersangka dan enam lainnya menyerahkan diri kepada polisi selama akhir pekan. Tersangka yang ditangkap ditemukan di sebuah rumah di kawasan pinggiran Kota Quezon di wilayah ibu kota.
“Saran saya kepada para tersangka lain agar menyerahkan diri. Jangan menunggu dikejar,” tegas Bongbong dalam postingannya di akun Facebook, Senin (24/11/2025).
“Ini akan terus berlanjut, kami tidak akan berhenti,” imbuhnya.
Rakyat Filipina dikabarkan akan kembali melakukan aksi demo akbar pada 30 November nanti. Aksi tersebut didukung umat Gereja Katolik Roma.
Baca juga : KPK Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Suap Koltim, Termasuk Anak Buah Bupati
Dua pekan sebelumnya, lebih dari 700.000 orang berunjuk rasa di Filipina. Tepatnya, Minggu (16/11/2025) sore waktu setempat, ada dua kelompok besar pengunjuk rasa. Protes yang diorganisasi Gereja Kristus di Rizal Park disebut diikuti 650.000 orang.
Sedangkan di kawasan Monumen Kekuatan Rakyat disebut dihadiri lebih dari 100 ribu orang. Massa memprotes skandal korupsi proyek pengendalian banjir dan mendesak pelaku ditindak.
Filipina merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang rawan banjir, akibat tingginya curah hujan dan seringnya angin topan melanda wilayah kepulauan itu. Ironisnya, proyek-proyek pengendalian banjir justru menjadi ladang korupsi. Mulai dari kualitas yang tidak memenuhi standar hingga proyek fiktif.
Skandal proyek banjir itu telah memantik unjuk rasa di Filipina. Kemarahan publik berkobar menyusul badai menghantam sebagian besar wilayah negara itu, awal bulan ini. Badai itu menewaskan setidaknya 259 orang.
Bongbong memahami betul risiko kemarahan rakyat. Ayahnya, mendiang Presiden Ferdinand Marcos, pernah digulingkan melalui unjuk rasa damai akibat dugaan penjarahan dan penyalahgunaan uang negara.
Dilansir Reuters, kelompok pertama berjumlah lebih dari 18 tersangka, termasuk Zaldy Co (mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat) dan pegawai Pemerintah, telah didakwa Sandiganbayan (pengadilan khusus antikorupsi Filipina).
Baca juga : KPK Tahan 4 Tersangka Baru Kasus Suap Proyek, Termasuk Wakil Ketua DPRD OKU
Dakwaan ini merupakan gelombang awal dari puluhan kasus pidana korupsi yang diperkirakan akan diajukan. Marcos berjanji bahwa semua senator, anggota DPR, dan bos-bos perusahaan konstruksi yang terlibat akan dipenjara sebelum Natal.
Kasus korupsi tersebut melibatkan penyimpangan dalam proyek pengendalian banjir di Provinsi Oriental Mindoro, termasuk pembangunan tanggul sungai bernilai 289 juta peso (Rp 80,1 miliar). Proyek ini dikerjakan Sunwest, perusahaan konstruksi yang menurut sejumlah pejabat dimiliki keluarga Co.
Imigrasi Filipina juga telah mengeluarkan cekal untuk mencegah tersangka kabur ke luar negeri.
Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla menambahkan, tiga tersangka lainnya mungkin segera menyerahkan diri ke Kedutaan Besar Filipina di Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Yordania.
“Di mana pun Anda bersembunyi, kami akan menemukan Anda,” ujar Remulla, dalam konferensi pers yang turut menampilkan foto-foto tersangka.
Sejumlah saksi telah memberikan keterangan dalam sidang Senat maupun komisi pencari fakta independen yang dibentuk Bongbong bulan lalu. Mereka menyebut beberapa mantan dan petahana Senator serta anggota DPR menerima suap besar dari perusahaan konstruksi.
Baca juga : KPK Ungkap Nadiem Makarim Tersangka di Kasus Korupsi Google Cloud
Para koruptor disebut memonopoli kontrak pengendalian banjir yang menguntungkan selama bertahun-tahun.
Salah satu tersangka adalah sepupu Bongbong, Martin Romualdez, anggota DPR yang telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR untuk memenuhi tuntutan penyelidikan.
Mantan Ketua Senat Chiz Escudero juga dituduh menerima suap dan sudah mundur dari jabatannya, meski dia membantah semua tuduhan.
Setidaknya 9.855 proyek pengendalian banjir bernilai lebih dari 545 miliar peso (Rp 154,4 triliun) diduga diselewengkan. Proyek-proyek ini seharusnya sudah selesai pada pertengahan 2022.
Pada September lalu, Menteri Keuangan Ralph Recto menyebut kepada para legislator bahwa 118,5 miliar peso (Rp 33 triliun) dana proyek banjir dikorup sejak 2023. Anomali ini diduga mulai terjadi sejak masa pemerintahan Rodrigo Duterte, pendahulu Bongbong.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.