Sebelumnya
Namun, akibat aksi heroiknya itu, Ahmed tertembak dua kali, di bagian bahu dan tangan. Foto-foto yang beredar menunjukkan Ahmed tergeletak di tanah sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
Ahmed merupakan warga Australia keturunan Suriah yang telah tinggal di Australia selama sekitar 10 tahun. Ia memiliki dua anak yang masih kecil. Saat ini, ia dirawat di St George Hospital dalam kondisi stabil.
Polisi akhirnya melumpuhkan kedua pelaku. Sajid Akram tewas ditembak di lokasi kejadian. Sementara Naveed Akram dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan ketat aparat.
Baca juga : Rakhmat Hidayat: Perlu Satgas Untuk Melakukan Pendataan
Otoritas menyebut Sajid memiliki enam senjata api yang terdaftar secara legal. Motif penembakan masih diselidiki, namun serangan terjadi bertepatan dengan perayaan Hanukkah, sehingga memicu dugaan kuat bermotif kebencian.
Ahmed Dipuji Dunia
Keberanian Ahmed menuai pujian luas. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut Ahmed sebagai pahlawan.
“Kita melihat warga Australia berlari menuju bahaya demi menyelamatkan orang lain,” ujar Albanese.
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Ini Wujud Nyata Kehadiran Negara
Perdana Menteri New South Wales Chris Minns menyebut aksi Ahmed sebagai salah satu peristiwa paling luar biasa yang pernah ia saksikan. “Dia pahlawan sejati. Banyak nyawa selamat berkat keberaniannya,” katanya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pujian. “Ada seseorang yang sangat, sangat berani yang langsung menyergap penembak dan menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya, dikutip Sydney Morning Herald.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengapresiasi aksi Ahmed. “Kita melihat tindakan seorang pria pemberani, seorang Muslim pemberani, dan saya menghormatinya,” kata Netanyahu, dikutip ABC News.
Baca juga : Mitigasi Jangka Panjang Harusnya Berbasis Riset
Di sisi lain, gelombang solidaritas mengalir untuk Ahmed. Donasi publik terkumpul cepat. Investor ternama Bill Ackman menyumbang 99.999 dolar Australia atau sekitar Rp 1,1 miliar. Dalam hitungan jam, dana yang terkumpul melampaui 200.000 dolar Australia atau sekitar Rp 2,2 miliar. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.