RM.id Rakyat Merdeka - Jaksa Agung Valais, Swiss, Beatrice Pilloud mengungkap, hasil penyelidikan terkait musibah kebakaran di bar La Constellation, yang terletak di resor ski mewah Crans-Montana pada Kamis (1/1/2026) pukul 01.30 waktu setempat, mengarah pada kesimpulan bahwa amukan si jago merah dimulai dari lilin yang menyala dan kembang api kecil, yang dipasang pada botol sampanye lalu didekatkan hingga ke langit-langit.
"Dari situ, api membesar dengan sangat cepat hingga menjadi kebakaran," ujar Pilloud dalam konferensi pers, seperti dikutip BBC, Jumat (2/1/2026).
Baca juga : Update Kebakaran Di Resor Ski Mewah Swiss: 9 Warga Prancis Terluka 8 Hilang
Saat ditanya, lilin seperti apa yang mengakibatkan kebakaran hebat tersebut, Pilloud mengatakan lilin yang dimaksud adalah lilin ulang tahun.
"Itu adalah lilin ulang tahun yang biasa kita beli di toko. Setiap orang bisa mengaksesnya," jawab Pilloud.
Baca juga : PLN Siapkan 671 Charger SPKLU Dukung Mobilitas Libur Natal dan Tahun Baru
Pilloud menambahkan, sejumlah rekaman video terkait kejadian tersebut telah diperoleh dan dianalisis. Beberapa orang, juga telah dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Musibah kebakaran di resor mewah Crans-Montana ini mengakibatkan 40 orang tewas dan 119 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 105 orang di antaranya telah teridentifikasi: 71 orang warga negara (WN) Swiss, 14 WN Prancis, 11 WN Italia, 4 WN Serbia, 1 WN Bosnia, 1 WN Belgia, 1 WN Luxembourg, 1 WN Polandia, dan 1 WN Portugal. Sedangkan 14 sisanya, masih belum diketahui identitas kewarganegaraannya.
Baca juga : PRT Dari Asia Terancam Dipulangkan & Jobless
Untuk korban meninggal dunia, proses identifikasinya masih berlangsung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.