RM.id Rakyat Merdeka - Langkah negara-negara Eropa mengirim pasukan dan meningkatkan kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Greenland, tak membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump surut.
Meski Pulau Arktik itu kini “dipagari” sekutu-sekutunya, Trump tetap ngotot menjadikannya target akuisisi, bahkan dengan penggunaan kekuatan militer.
Gedung Putih menegaskan, pengiriman sejumlah pasukan Eropa ke Greenland tidak akan memengaruhi pandangan Trump terkait masa depan wilayah tersebut.
Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu tetap pada sikapnya bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali Washington DC.
Baca juga : PGE Siap Menjadi Tulang Punggung Transisi Energi
“Pasukan Eropa tidak mempengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, juga tidak mengubah tujuannya terkait akuisisi Greenland,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dilansir dari Reuters, Jumat (16/1/2026).
Amerika Serikat dan Denmark hingga kini masih berselisih pandangan mengenai masa depan Greenland. Perbedaan itu kembali mencuat dalam pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.
Kepala Pemerintahan Greenland Jens-Frederik Nielsen dan Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen bertemu Trump di Gedung Putih, Rabu (14/1/2026).
Usai pertemuan tersebut, Frederiksen menegaskan Greenland tetap memilih bersama Denmark. “Baru saja melakukan pertemuan yang tidak mudah. Ada ketidaksepakatan,” ungkapnya.
Baca juga : Pelanggaran Lalin Di Jakarta Kini Dideteksi Secara Digital
Usai pertemuan tersebut, Trump kembali menyatakan bahwa Denmark tidak dapat diandalkan dalam melindungi Greenland apabila Rusia atau China suatu saat berniat menguasai pulau itu.
Trump menilai, Greenland memiliki posisi strategis serta kekayaan mineral yang sangat penting bagi kepentingan keamanan Amerika Serikat. Sebaliknya, Pemerintah Denmark dan Otoritas Greenland menegaskan, wilayah itu tidak untuk dijual.
Mereka juga menilai ancaman penggunaan kekuatan militer sebagai langkah yang ceroboh dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional.
Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengatakan, pihaknya masih belum menetapkan jumlah pasti pasukan NATO yang akan ditempatkan di Greenland. Namun, dia memastikan kehadiran militer akan ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Baca juga : Manchester United Vs Manchester City, Derby Kurang Meyakinkan
“Ini penting untuk menunjukkan bahwa keamanan Arktik bukan hanya tanggung jawab Kerajaan Denmark, melainkan seluruh NATO,” ujar Poulsen dari Kopenhagen.
Negara-negara Eropa telah menyampaikan dukungan untuk Greenland. Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belanda akan mengirim staf militer untuk persiapan latihan berskala besar pada akhir tahun ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.