Sebelumnya
“Prancis harus siap untuk menilai ancaman, beradaptasi, dan berdiri bersama negara berdaulat untuk melindungi wilayahnya,” tegas Presiden Prancis Emmanuel Macron saat melepas personel militer ke Greenland, Kamis (15/1/2026).
Pasukan dari Prancis, Jerman, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya sudah mendarat di Ibu Kota Greenland, Nuuk, Jumat (16/1/2026). Mereka datang untuk membantu meningkatkan keamanan di pulau terbesar di dunia itu.
Dikutip dari CBS, Jumat (16/1/2026), Jerman mengirimkan 13 anggota tim pengintai bersama 15 personel militer ke Denmark, Kamis (15/1/2026). Tiga prajurit Swedia tiba bersama dua personel dari Norwegia, Jumat (16/1/2026).
Baca juga : PGE Siap Menjadi Tulang Punggung Transisi Energi
Sementara, Prancis mengirim 15 spesialis gunung, yang akan diperkuat dalam beberapa hari mendatang oleh aset darat, udara, dan laut. Satu tentara Inggris juga bergabung dengan kelompok pengintai.
Belanda menyatakan akan mengirim satu personel angkatan laut, yang akan tiba pada Sabtu pagi (17/1/2026). Sedangkan Finlandia mengirim dua liaison officer militer.
Pengerahan pasukan Eropa dalam jumlah terbatas ini dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir 2026. Berbeda dengan negara tetangganya, PM Polandia Donald Tusk tidak akan berpartisipasi dalam latihan bersama itu.
Baca juga : Pelanggaran Lalin Di Jakarta Kini Dideteksi Secara Digital
Namun dia mewanti-wanti, intervensi AS di Greenland akan menjadi bencana. “Konflik atau upaya untuk merebut wilayah negara anggota NATO oleh Amerika Serikat akan menjadi akhir dunia,” tegasnya.
Pengamat pertahanan dari Royal Danish Defence College Marc Jacobsen menilai, pengerahan pasukan Eropa mengirim dua pesan kepada Washington DC.
Pertama, menunjukkan kesiapan mempertahankan Greenland jika terjadi ancaman militer. Kedua, menegaskan bahwa Eropa serius meningkatkan kehadiran dan pengawasan di wilayah tersebut.
Baca juga : Manchester United Vs Manchester City, Derby Kurang Meyakinkan
Saat ini, Denmark memiliki sekitar 150 personel militer dan sipil yang bertugas di Komando Arktik Gabungan di Greenland. Di Nuuk, Ibu Kota Greenland, pelaku usaha lokal, Mads Petersen, merasa aneh dengan kemungkinan meningkatnya kehadiran militer asing. “Saya berharap ini bukan menjadi hal yang normal ke depan,” ujarnya. DAY/MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 16 Januari 2026 dengan judul "Pasukan Eropa Dan NATO Pagari Pulau Arktik Tak Takut, Trump Ngotot Ingin Akuisisi Greenland"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.