RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tampil percaya diri di panggung ekonomi dunia. Berpidato di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Prabowo menunjukkan capaian ekonomi nasional sekaligus memperkenalkan konsep Prabowonomics. Di momen bergengsi itu, Presiden perkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke panggung dunia.
Dalam forum bergengsi yang dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta sekitar 1.000 CEO perusahaan multinasional itu, Prabowo menegaskan Indonesia siap menjadi mitra setara bagi investor global, bukan sekadar pasar.
“Sekali lagi, saya ingin menegaskan bahwa saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat mengejutkan banyak orang di dunia,” ujar Prabowo, disambut perhatian penuh peserta forum.
Prabowo menyampaikan bahwa selama satu dekade terakhir perekonomian Indonesia tumbuh stabil di atas 5 persen. Inflasi berhasil dijaga di kisaran 2 persen, sementara defisit fiskal tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Prabowo, capaian tersebut bukan sekadar optimisme tanpa dasar. Stabilitas makroekonomi Indonesia, kata dia, diakui lembaga-lembaga internasional karena ditopang disiplin fiskal dan tata kelola yang terjaga.
Baca juga : Tim SAR Temukan 6 Korban ATR 42-500
“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kita karena optimisme yang tidak berdasar,” tandas Presiden.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung program unggulan pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini, kata Prabowo, telah menjadi proyek pembangunan sistem pangan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Saat ini, produksi menu MBG mencapai 59,8 juta porsi per hari. Angka tersebut ditargetkan meningkat hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir 2026. “Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui produksi 68 juta porsi makanan per hari milik McDonald’s,” ujar Prabowo, memancing perhatian hadirin.
Selain program sosial, Prabowo mempromosikan Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis baru dalam pengelolaan investasi nasional. Sovereign wealth fund yang diluncurkan pada Februari 2025 itu memiliki aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.
“Dengan Danantara Indonesia, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” tegas Prabowo. “Indonesia bukan hanya tanah yang damai dan stabil, tetapi juga tanah dengan banyak kesempatan,” sambungnya.
Melalui Danantara, pemerintah menargetkan pembiayaan bersama untuk industri masa depan dan percepatan industrialisasi nasional. Prabowo juga mengungkap rencana rasionalisasi badan usaha milik negara (BUMN) dari 1.044 perusahaan menjadi sekitar 300 entitas.
Langkah tersebut diambil untuk menghilangkan inefisiensi dan mendorong tata kelola serta manajemen berstandar internasional. “Kami menginginkan pemerintahan terbaik dan manajemen terbaik dengan standar internasional,” tegas mantan Menteri Pertahanan itu.
Tak hanya bicara ekonomi, Prabowo juga menyinggung situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik bersenjata dan rapuhnya kepercayaan antarbangsa. Ia menekankan bahwa perdamaian merupakan prasyarat utama bagi kemakmuran dunia.
“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” ucap Prabowo.
Sebelum acara, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, konsep ekonomi yang dipaparkan Presiden di Davos dikenal sebagai Prabowonomics. Konsep ini telah diterapkan Prabowo sebelum dan sejak menjabat sebagai Presiden.
Baca juga : Hendardi: Pidana Mati Jelas Melanggar HAM
“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang sudah beliau terapkan, serta hasil-hasil yang telah dicapai pemerintah dalam satu tahun ini,” kata Teddy.
Prabowo mendapat giliran keempat untuk berpidato di forum tersebut. Sebelumnya, pidato disampaikan Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Setelah Prabowo, giliran Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, Prabowonomics menekankan pentingnya kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional, terutama di sektor pangan dan energi. “Kedaulatan atau kemandirian itu menjadi makna penting dari Prabowonomics,” jelas Prasetyo.
Diketahui, Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Zurich pada Rabu (21/1/2026) pukul 17.55 waktu setempat. Kedatangan Presiden disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Swiss, I Gede Ngurah Swajaya dan Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsma Hendra Gunawan. Dari bandara, Prabowo langsung menuju tempatnya bermalam di Grand Resort Bad Ragaz. Para diaspora Indonesia di Swiss juga ikut menyambut Presiden di hotel. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.