BREAKING NEWS
 

Buka Suara Pasca Penembakan Pasukan ICE

First Lady Minta Rakyat AS Demo Dengan Damai

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 29 Januari 2026 04:01 WIB
Warga meletakkan karangan bunga di lokasi penembakan Alex Pretti di Minneapolis, Amerika Serikat, Minggu (25/1/2026). (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - First Lady Amerika Serikat (AS) Melania Trump mengajak masyarakat Negeri Paman Sam bersatu. Ajakan ini disampaikan Ibu Negara setelah insiden penembakan oleh pasukan penegak keamanan dan keimigrasian AS/Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Ini kali pertama Melania buka suara dan menyampaikan anjuran mengenai situasi terkini AS. Dalam wawancaranya bersama FOX, Selasa (28/1/2026), Melania sedang mempromosikan film dokumenter seputar kehidupannya berjudul Melania.

Film ini akan diputar perdana di Kennedy Center di Washington pada 29 Januari 2026. Film ini akan dirilis di bioskop secara nasional pada 30 Januari 2025.

Saat ditanya pendapatnya soal insiden penembakan ICE yang menewaskan dua warga sipil di Minneapolis pekan lalu, ibu dari Baron Trump ini memberi pesan singkat.

"Kita harus bersatu. Lakukan demo dengan damai," ujar mantan model itu.

Baca juga : Ajukan 2 Novum, Eks Dirut Garuda Minta Dibebaskan di Kasus Pengadaan Pesawat

Suaminya, Presiden AS Donald Trump, telah berupaya mengalihkan perhatian di tengah meningkatnya kecaman atas pembunuhan Alex Pretti pada Sabtu (23/1/2026). Pretti adalah warga sipil kedua yang ditembak mati oleh agen imigrasi di Minneapolis bulan ini.

Wanita berusia 55 tahun itu menambahkan, Trump telah melakukan dialog panjang dengan Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Tom Homan.

Melania menyebut, semua pihak bekerja sama untuk mengembalikan ketenangan di wilayah tersebut. "Saya menentang kekerasan, jadi tolong jagalah perdamaian," pintanya.

Senjata Api

Trump mengatakan, Pretti seharusnya tidak membawa senjata api. Padahal, berdasarkan hukum Minnesota, warga diperbolehkan membawa senjata api ringan. Pemilik senjata api diharuskan memiliki lisensi dari Pemerintah negara bagian.

Adsense

Pernyataan ini memicu keretakan antara Trump dengan kelompok pendukung hak kepemilikan senjata dan sejumlah politisi Partai Republik.

Baca juga : Siswa Sinarmas World Academy Kembangkan Perangkat AI Pemulihan Bicara

Saat berbicara kepada media di Iowa, Selasa (27/1/2026), Trump menekankan fakta bahwa Pretti membawa senjata sudah menyalahi aturan dan pantas ditindak.

"Dia memiliki senjata. Saya tidak suka itu. Dia membawa dua magasin penuh. Itu hal yang buruk, dan itu sangat disayangkan," ujar Trump dikutip dari Channel News Asia, Rabu (28/1/2026).

Pernyataan Trump tersebut dianggap kontradiktif dengan hukum yang berlaku di Minnesota. Pretti diketahui merupakan pemegang lisensi resmi senjata api tersembunyi (concealed-carry).

Kelompok advokasi senjata seperti National Rifle Association (NRA) dan Gun Owners of America menegaskan bahwa Pretti membawa senjatanya secara legal.

Selain itu, rekaman video dari saksi mata yang tersebar luas menunjukkan bahwa Pretti sama sekali tidak menyentuh senjatanya sebelum ditembak oleh agen federal. Hal ini membantah klaim awal sejumlah pejabat Pemerintah, yang menyebut Pretti sebagai ancaman bagi aparat penegak hukum.

Baca juga : Cara Gunakan Instagram Story Viewer Dengan Bijak Dan Aman

Juru bicara Gun Owners of America Luis Valdes kecewa dengan pernyataan Trump. Dia menegaskan, warga negara AS memiliki hak konstitusional untuk membawa senjata secara damai, termasuk saat melakukan protes.

"Kami tidak senang dengan komentar terbaru ini," tegas Valdes, merujuk pada tradisi historis kepemilikan senjata di AS.

Sikap Trump ini dinilai berisiko secara politik, mengingat kelompok pendukung hak senjata adalah salah satu blok pemilih paling loyal bagi Partai Republik. Terutama menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense