BREAKING NEWS
 

Modi Janji Stop Beli Minyak Rusia, Trump Pangkas Tarif Jadi 18 Persen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 3 Februari 2026 07:44 WIB
Presiden AS Donald Trump dan PM India Narendra Modi (Foto: kolase IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurunkan tarif resiprokal atau timbal balik untuk India, dari semula 25 persen menjadi 18 persen, setelah Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi setuju untuk berhenti membeli minyak Rusia. Serta membeli lebih banyak lagi dari Amerika Serikat, dan yang akan datang: Venezuela.

Menurut Trump, langkah tersebut dapat membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022, dan menyebabkan ribuan orang meninggal setiap minggu.

"Karena persahabatan dan rasa hormat kepada Perdana Menteri Modi, sesuai permintaannya, kami menyetujui kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India. Amerika Serikat akan mengenakan tarif timbal balik yang dikurangi, dari 25 persen menjadi 18 persen," tulis Trump.

Tak hanya setuju berhenti membeli minyak Rusia, India juga akan mengurangi tarif dan hambatan non tarif terhadap AS menjadi nol.

Baca juga : Menko Airlangga Jamin Stabilitas Bursa Di Masa Transisi BEI

Trump yang menyebut Modi sebagai salah satu teman terbaik sekaligus pemimpin kuat yang dihormati di dalam negeri, juga mengungkap komitmen India untuk membeli produk-produk energi, pertanian, dan batubara AS senilai lebih dari 500 miliar dolar AS.

"Hubungan kami yang luar biasa dengan India akan semakin kuat. Perdana Menteri Modi dan saya adalah dua orang yang menyelesaikan hal-hal yang tidak dapat dikatakan oleh kebanyakan orang," tutur Trump.

Tanggapan Modi 

Modi tentu saja menyambut gembira penurunan tarif India oleh Trump. Hal ini diungkap Modi via X, Selasa (3/2/2026).

Adsense

"Luar biasa berbicara dengan teman baik saya, Presiden Trump pada hari ini. Saya senang, produk made in India akan memiliki tarif yang dikurangi sebesar 18 persen. Terima kasih banyak kepada Presiden Trump atas nama 1,4 miliar orang India untuk pengumuman yang luar biasa ini," ungkap Modi.

Baca juga : Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem Dan Deforestasi Jadi Sorotan

Menurutnya, ketika dua ekonomi besar dan demokrasi terbesar di dunia bekerja sama, rakyat kedua negara akan saling diuntungkan. Peluang besar untuk kerja sama yang lebih baik pun terbuka lebar. 

"Kepemimpinan Presiden Trump sangat penting untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran global. India sepenuhnya mendukung usaha Trump untuk perdamaian," ujar Modi.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Trump, untuk membawa kemitraan kami ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," pungkasnya.

Posisi India Kuat

Dengan tarif impor yang saat ini berada angka 18 persen, India berada dalam posisi yang relatif kuat dibanding beberapa pesaing regional dan global. Saat ini, ada lima negara yang dikenai tarif impor tinggi oleh Trump. Kelima negara tersebut adalah China (40 persen), Brazil (50 persen), Afrika Selatan (30 persen), serta Myanmar dan Laos (40 persen).

Baca juga : 30-50 Juta Barel Minyak Venezuela Siap Masuk AS, Trump Kontrol Penjualannya

Sementara negara yang tarif impornya di bawah India adalah Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Swiss yang masing-masing dikenai 15 persen. Serta Inggris yang dipatok tarif 10 persen.

Di Asia, ada enam negara yang tarif impornya hampir sama dengan India. Yakni Bangladesh dan Vietnam yang masing-masing dikenai 20 persen). Serta Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Pakistan yang masing-masing ditetapkan 19 persen. 

"Perbandingan ini memperlihatkan bagaimana tarif yang direvisi itu menempatkan India pada posisi lebih dekat dengan sekutu utama dan mitra dagang AS," tulis India Today, Selasa (3/2/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense