BREAKING NEWS
 

Prabowo Jelaskan Gabung BoP Kepada Tokoh Diplomasi

Dukungan RI Kepada Palestina Harga Mati

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 6 Februari 2026 06:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, serta tokoh senior diplomasi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026 .Foto: BPMI SETPRES/MUCHLIS JR

 Sebelumnya 
“Proses Board of Peace ini kan masih awal, kita mesti lebih terbuka, jangan tergesa-gesa menilai,” pesan Hasan.

Hasan menyampaikan apresiasi kepada Prabowo karena telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai keterlibatan Indonesia di BoP.

Menurutnya, para akademisi dan pakar politik luar negeri sangat menantikan pertemuan tersebut. Karena selama ini mereka tidak selalu memperoleh informasi yang lengkap dan akurat mengenai keterlibatan Indonesia.

Kendati demikian, Hasan memahami kondisi tersebut karena sebagian kebijakan diplomasi pada dasarnya bersifat konfidensial.

Baca juga : Aurelie Moeremans, Ngarep Nggak Ada Lagi Korban Child Grooming

“Ini satu kesempatan berharga, kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui,” tandas Hasan.

Usai pertemuan itu, Alwi Shihab punya gambaran bahwa dukungan Prabowo terhadap Palestina tidak bisa ditawar, alias harga mati.

“Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu, Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Istilah awamnya adalah ‘harga mati’, two-state solution,” ujar Alwi.

Menurut Alwi, Prabowo komit mendukung proses perdamaian Palestina. Langkah perdamaian tersebut merupakan awal yang baik dalam upaya bersama mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Baca juga : Terkait Pajak dan Bea Cukai, KPK OTT di Jakarta, Kalsel dan Lampung

Marty Natalegawa menyampaikan apresiasi atas penjelasan Prabowo terkait keputusan Indonesia bergabung dengan BoP. Dia menilai, terdapat peran kepemimpinan Ketua BoP yang cukup dominan dan menonjol.

“Namun yang ditegaskan berulang kali oleh Presiden bahwa kepentingan nasional akan tetap menjadi pedoman utama dalam keanggotaan Indonesia di BoP,” tegasnya.

Marty juga menyampaikan kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian dan ketidakadilan. Namun, situasi tersebut bukanlah hal baru bagi Indonesia. Selama puluhan tahun, Indonesia telah memiliki cara pandang dan pendekatan tersendiri menghadapi dinamika global, melalui politik luar negeri bebas aktif.

“Mungkin ini baru dirasakan oleh sebagian negara Eropa, tetapi bagi kita bukan hal baru,” tutupnya. MEL/UMM

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Kisaran 5,3%

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 6 Februari 2026 dengan judul "Antisipasi Kelangkaan MinyaKita Saat Ramadan Mendag Minta Produsen Bikin Second Brand Migor"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense