BREAKING NEWS
 

Kirim Kapal Induk Ke Timur Tengah, Trump Gertak Iran

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 15 Februari 2026 07:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggertak Iran. Trump mengancam bakal mengirim lagi kapal induknya ke Timur Tengah (Timteng). Ancaman itu dikelurkan saat diplomasi nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung alot. 

Trump menyatakan kapal induk terbaru dan terbesar milik AS, USS Gerald R. Ford, akan dipindahkan dari kawasan Karibia menuju Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang lebih dulu ditempatkan di kawasan. 

“Jika kita membutuhkannya, kita akan menyiapkannya, sebuah kekuatan yang sangat besar,” kata Trump di Gedung Putih, Jumat (13/2/2026). 

Melalui platform Truth Social, Trump juga membagikan foto udara USS Gerald R. Ford. Kapal itu saat ini berada di perairan dekat Venezuela dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga pekan untuk mencapai kawasan Teluk. 

Sebelumnya, Pentagon telah mengirim USS Abraham Lincoln pada Januari lalu. Pengerahan ini dilakukan di tengah ancaman Washington terhadap Iran agar segera menyepakati kesepakatan nuklir baru. 

Pada Selasa (10/2/2026), Trump kembali menegaskan AS mempertimbangkan pengerahan armada perang tambahan untuk menekan Iran. Menurutnya, Iran harus segera memberikan kesepakatan sesuai proposal yang diajukan AS. 

Baca juga : Nurul Fatta: Tujuannya Hanya Untuk Posisi Strategis Dan Loyalis

“Iran harus memberi kita kesepakatan yang seharusnya mereka berikan sejak awal untuk menghindari serangan,” ujar Trump di Fort Bragg. 

Diketahui, AS dan Iran memang telah kembali membuka jalur negosiasi program nuklir pekan lalu di Oman. Namun, pembicaraan masih alot dan akan memasuki putaran kedua dalam waktu dekat. 

Iran sebenarnya bersedia mengurangi pengayaan nuklir jika AS mencabut semua sanksi terhadap mereka. Namun, Iran menolak tuntutan soal rudal balistik dan dukungan untuk proksinya. 

Trump pun mengancam akan menyerang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya jika Iran keras kepala. Dia berharap Iran bijak membuat keputusan. Trump optimistis pembicaraan dengan Iran akan membuahkan hasil. 

Adsense

“Iran harus memberi kita kesepakatan yang seharusnya mereka berikan sejak awal untuk menghindari serangan,” kata Trump di Fort Bragg, Jumat malam lalu. 

Selain itu, Trump juga mengatakan, perubahan rezim di Iran adalah hal terbaik yang bisa terjadi. Apalagi belakangan gelombang protes menyeruak kepada kepemimpinan Ayatollah Khomeini. 

Baca juga : Viva Yoga Mauladi: PAN Dan Prabowo Kawan Seperjuangan Dan Ideologi

“Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa,” katanya. 

Trump menolak menyebutkan siapa yang ingin dia tempatkan sebagai pemimpin di Iran. “Ada orang-orang yang dapat mengambil alih,” ucapnya. 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, negaranya tak akan menyerah pada tuntutan berlebihan AS soal program nuklirnya. “Namun kita akan terus berdialog dengan sekuat tenaga dengan negara tetangga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini,” katanya. 

Pezeshkian mengatakan, negaranya siap untuk diverifikasi program nuklirnya. Dia menegaskan Teheran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir. 

“Kita tidak berupaya memperoleh senjata nuklir. Kita telah menyatakan ini berulang kali dan siap diverifikasi,” tegasnya. 

Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani juga menegaskan, negaranya tak bersedia berkompromi mengenai kemampuan rudal mereka. “Kemampuan rudal Republik Islam tidak dapat dinegosiasikan,” katanya dilansir dari Al Jazeera, Kamis (12/2/2026). 

Baca juga : Komisi IX Usul Bentuk Satgas Pengawasan THR

Shamkhani menekankan, Iran akan merespons dengan keras, tegas, dan tepat terhadap setiap tindakan yang mengancam negara. Tingkat kesiapan militernya dalam kondisi tinggi. 

“Menghindari tindakan apa pun yang berdampak negatif terhadap stabilitas dan keamanan regional adalah jalan yang logis dan rasional bagi semua pihak,” katanya. 

Dia menegaskan, jika negosiasi antara Iran dan AS realistis dan bebas dari tuntutan yang berlebihan, maka akan berakhir positif. Termasuk mengakomodir kepentingan semua pihak. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense