RM.id Rakyat Merdeka - Warga Palestina begitu antusias menyambut bulan Ramadan. Pasalnya, ini Ramadan pertama mereka pasca invasi Israel pada 7 Oktober 2023. Reruntuhan masjid, tenda terpal dan papan triplek dijadikan tempat ibadah sementara.
Infrastruktur dan fasilitas umum di Palestina, terutama di Jalur Gaza, luluh lantak akibat gempuran rudal Israel selama dua tahun lebih.
Dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026), warga Gaza melaksanakan salat tarawih pertama di halaman Masjid Al Hassaina, Rabu (18/2/2026). Hanya kubah masjid itu saja yang masih berdiri usai gempuran Israel.
“Saya tidak tega melihat mereka beribadah di tengah reruntuhan masjid. Sangat sedih,” ujar seorang relawan dari Tepi Barat, Sami Al Hissi, yang membantu warga Gaza di bawah naungan Palang Merah.
Baca juga : Cinta Laura, Tiga Tahun Lagi Naik Pelaminan
Dia menyebut, warga Gaza sangat rindu melakukan ibadah Ramadan di bawah kubah masjid yang hangat.
“Kami dulu beribadah dengan tenang bersama keluarga dan sahabat tercinta. Kini semua musnah,” curhatnya.
Masjid Al Hassaina, sebut Al Hissi, biasanya diramaikan ribuan Muslim dari kota di sekitar Gaza. Seperti Shejaia dan Daraj.
“Sekarang, mereka mau beribadah di mana? Hanya ada puing di sini,” keluhnya.
Baca juga : Sudah Tiba di Amerika, Prabowo Bawa Misi Perdamaian-Ekonomi
Dia pun berharap perdamaian bisa dirasakan rakyat Gaza dan Palestina. Upaya para pemimpin negara sahabat untuk memerdekakan Palestina diharapkan bisa berbuah manis.
“Semoga usaha mereka membawa kabar baik,” harapnya.
Meski demikian, para wanita Gaza tetap berupaya menyiapkan makanan untuk berbuka, anak-anak bermain di antara reruntuhan dan para pria mencari makanan dan menyiapkan tempat beribadah sementara.
Bagi banyak warga, kehilangan ini bersifat spiritual dan komunal. “Kami berharap bisa menyambut Ramadan dalam suasana yang berbeda,” ujar Khitam Jabr, yang kini tinggal bersama keluarga di dekat puing Masjid Hassaina.
Baca juga : Cair Minggu Depan, THR ASN Tembus 55 Triliun
Direktur di Kementerian Agama Kota Gaza Amir Abu Al-Amrain mengatakan, 430 tempat ibadah telah dibangun kembali. Sebagian menggunakan terpal plastik dari rumah kaca, sebagian terbuat dari kayu, dan sebagian lagi dibangun dengan terpal plastik dari tenda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.