RM.id Rakyat Merdeka - Di usia ketika kebanyakan orang memilih berjalan santai di taman, Juan Lopez Garcia justru berlari puluhan kilometer dan memecahkan rekor dunia.
Melansir The New York Post, pria asal Toledo, Spanyol, itu kini berusia 82 tahun. Dia tercatat sebagai pemegang rekor dunia ultramarathon 50 kilometer untuk kelompok usia 80–84 tahun.
Menariknya, Garcia bukan mantan atlet muda yang terus menjaga performa hingga tua. Dia baru mulai berlari pada usia 66 tahun, setelah pensiun sebagai mekanik mobil.
Saat pertama kali mencoba, dia kesulitan menempuh 1,6 kilometer pertamanya. Namun latihan yang konsisten mengubah segalanya. Dari sekadar ingin bergerak demi kesehatan, dia menjelma menjadi pelari elite di kelompok usianya.
Dalam ajang ultramarathon yang menuntut pelari menempuh 50 kilometer, Garcia mencatat waktu sekitar 4 jam 47 menit dan memecahkan rekor dunia kategori 80–84 tahun.
Baca juga : Kementerian UMKM Kantongi 450 Aduan Permasalahan KUR di 2025
Tak berhenti di situ, pada 2024 dia juga menjuarai kejuaraan dunia marathon untuk kelompok usianya. Dengan catatan waktu 3 jam 39 menit 10 detik, sekaligus mencetak rekor Eropa.
Sejumlah ilmuwan Eropa bahkan meneliti kondisi fisiknya untuk mencari tahu rahasia kebugarannya. Hasilnya mencengangkan.
Kemampuan tubuhnya menyerap dan menggunakan oksigen (VO2 max) tercatat sebagai yang tertinggi yang pernah diukur pada seseorang berusia 80-an.
Angka ini setara dengan pria sehat berusia 20 tahun hingga 30 tahun. Padahal secara umum, VO2 max biasanya menurun sekitar 10 persen setiap dekade setelah usia 30 tahun.
Peneliti juga menemukan bahwa tubuh Garcia sangat efisien. Tubuh kakek itu menggunakan lemak sebagai bahan bakar saat berlari, bahkan pada intensitas tinggi.
Baca juga : 2 Rekrutan Anyar Persija Mulai Tunjukkan Peran
Massa ototnya relatif terjaga, indeks massa tubuhnya sehat dan kadar hemoglobinnya tinggi. Semua faktor ini yang mendukung daya tahan tubuh luar biasa.
Meski demikian, dia bukan “manusia super”. Beberapa indikator performanya, seperti ambang laktat dan efisiensi lari, tergolong baik untuk usianya tetapi tidak luar biasa.
Para peneliti menekankan bahwa penurunan performa karena penuaan tetap tak terhindarkan. Namun, latihan daya tahan (endurance) secara rutin terbukti mampu memperlambat dampak fisiologis dari proses tersebut.
Bagi Garcia, pencapaian ini tak pernah direncanakan. Dia tidak pernah membayangkan akan memegang rekor dunia.
“Saya hanya ingin berlari sedikit untuk menjaga kesehatan saya,” ujarnya kepada The Washington Post.
Baca juga : Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Hilirisasi Petrokimia Hijau
Dia punya pelatih. Pria lansia (lanjut usia) itu menempuh sekitar 64 kilometer per minggu dalam latihan normal, lengkap dengan sesi sprint.
Saat menjelang lomba, jarak latihannya hampir dua kali lipat. Dia juga rutin melakukan latihan kekuatan dan mengikuti pola makan Mediterania. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 21 Februari 2026 dengan judul "Kakek Pemegang Rekor Ultramarathon Punya Performa Usia 20 Tahun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.