Sebelumnya
Sebelumnya, IRGC juga menetapkan syarat bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyaknya melintasi Selat Hormuz dengan aman. Melalui pengumuman yang ditayangkan televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), IRGC menuntut negara-negara tersebut mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka sebagai jaminan keamanan.
“Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,” demikian pengumuman IRGC pada Senin (9/3/2026).
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sempat merespons aktivitas Iran menebar ranjau di Selat Hormuz. Menurut laporan CBS, persediaan ranjau Iran diperkirakan mencapai antara 2.000 hingga 6.000 unit.
Baca juga : Bahas Ekonomi Global & Eskalasi Di Timteng, Presiden Jaga APBN Tetap Terkendali
“Jika Iran benar-benar menebar ranjau di Selat Hormuz, kami berharap ranjau tersebut segera disingkirkan,” ujar Trump melalui platform Truth Social miliknya.
Trump juga memperingatkan Iran untuk membersihkan ranjau tersebut.
“Jika ranjau dipasang dan tidak segera disingkirkan, Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” tandasnya.
Baca juga : Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan seluruh kapal Thailand kini telah meninggalkan area Selat Hormuz. Wakil juru bicara kementerian tersebut, Panidol Patchimsawat, mengatakan pemerintah telah mengajukan protes resmi.
“Kementerian Luar Negeri, melalui Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Muscat, terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Oman dan instansi terkait sepanjang malam untuk memberikan bantuan kepada awak kapal Thailand,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan Angkatan Laut Oman berhasil menyelamatkan 20 awak kapal dan membawa mereka ke darat di wilayah Khasab.
Baca juga : Feriansyah: Kampus Harus Aktif, Tidak Tutupi Kasus
“Seluruhnya selamat, dan tim pencari saat ini sedang dikerahkan untuk menemukan tiga awak kapal yang masih hilang,” katanya.
Panidol juga mengungkapkan Kedutaan Besar Thailand di Muscat telah berkomunikasi langsung dengan kapten kapal. Tidak ada dari 20 awak yang mengalami cedera serius, meski mereka membutuhkan dukungan psikologis.
“Mohon diyakini bahwa kami sedang dalam misi untuk menemukan tiga orang yang hilang tersebut,” tandasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.