RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Uni Eropa Kaja Kalla mengutuk eksekusi warga negara Swedia oleh rezim Iran. Serta menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban, dan menyatakan solidaritas penuhnya kepada Swedia.
Sebelum menjalani hukuman mati pada Rabu (18/3/2026), warga negara Swedia itu telah menjalani masa tahanan sejak Juni 2025.
"Uni Eropa terus meminta Iran untuk menghentikan semua eksekusi dan menghapus hukuman mati," kata Kalla dalam pernyataan resminya, Kamis (19/3/2026).
"Situasi hak asasi manusia yang mengerikan di Iran dan peningkatan eksekusi yang mengkhawatirkan, tidak dapat ditoleransi dan menunjukkan warna sebenarnya dari rezim," imbuhnya.
Baca juga : Program TJSL, Peruri Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Sekitar Perusahaan
Sebelumnya, pada Rabu (18/3/2026), Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Maria Malmer Stenergard juga telah menyampaikan kecaman terhadap Pemerintah Iran atas eksekusi hukuman mati warganya terkait kasus spionase.
Menurutnya, hukuman mati adalah bentuk hukuman yang tidak manusiawi, kejam, dan tidak dapat diperbaiki.
"Swedia, bersama dengan Uni Eropa, mengecam penggunaannya dalam keadaan apa pun," tegas Stenergard dalam pernyataan resmi, Rabu (18/3/2026).
Stenergard menilai, proses hukum yang berujung pada eksekusi warga Swedia tidak memiliki kepastian hukum yang memadai.
Baca juga : Pemerintah Kendalikan Alih Fungsi Lahan Sawah
"Tanggung jawab sepenuhnya berada pada Iran. Swedia akan terus mengecam pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) di Iran," tandasnya.
Situs resmi Human Rights Activists News Agency (HRANA) menyebut, warga Swedia tersebut bernama Kourosh Keyvani.
Menurut Mizan News Agency, Keyvani diidentifikasi dan ditangkap pada hari keempat dari “perang 12 hari” oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) di sebuah vila di Kabupaten Savojbolagh.
Saat Keyvani ditangkap, pihak berwenang disebut menemukan dan menyita uang tunai sebesar 30.000 euro, sebuah mobil pick up Padra, sepeda motor trail, serta berbagai peralatan canggih untuk spionase, intelijen, dan komunikasi satelit.
Baca juga : Bank Berfundamental Kuat Jadi Kunci Sukses Program Strategis Pemerintah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.