BREAKING NEWS
 

Buktikan Masih Hidup, Netanyahu Bantah Seret AS Ke Konflik Timur Tengah

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 20 Maret 2026 06:51 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: X)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tegas membantah hoaks yang menyebut dirinya meninggal dalam konflik terbaru Timur Tengah. Penegasan itu disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers dengan para jurnalis asing di Yerusalem, Kamis (20/3/2026). 

"Selamat datang para jurnalis asing. Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa saya masih hidup. Kalian semua adalah saksinya," kata Netanyahu, saat membuka konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kantor Perdana Menteri Israel.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga membantah kabar yang menyebut Israel telah menyeret AS ke konflik Iran.

Baca juga : Waspadai Tekanan Di Sektor Pertanian Imbas Konflik Militer Di Timteng

"Apakah seseorang bisa memberitahu apa yang harus Presiden Trump lakukan? Presiden Trump selalu membuat keputusan yang menurutnya terbaik untuk Amerika. Dan menurut saya, juga baik untuk generasi mendatang," beber Netanyahu.

Netanyahu kemudian menuturkan, selama 40 tahun, Iran telah menjadi bahaya bagi Israel juga masyarakat dunia.

Adsense

"Anda tahu siapa yang mengatakan itu? Presiden Trump. 47 tahun lalu, ketika penjahat Iran mengambil alih Kedutaan Amerika, dia mengatakan betapa berbahayanya rezim ini," cetusnya.

Baca juga : Respons Negara-Negara Atas Warganya Yang Terjebak di Timur Tengah

Menurut Netanyahu, di periode pertama pemerintahannya, Trump tidak membutuhkan suatu keyakinan apa pun. Perjanjian nuklir Iran adalah hal terburuk pertama yang dilihat Trump.

"Bibi (sapaan akrab Netanyahu, Red), kita harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Dia mengatakan itu kepada saya. Saya tidak mengatakannya," ungkap Netanyahu. 

"Trump tidak butuh diyakinkan. Dia mengatakannya, karena lebih dari 40 dekade, rezim ini selalu menyanyikan lagu kematian untuk Israel dan Amerika. Mereka mengatakan, Israel hanyalah setan kecil yang merintangi jalan mereka. Setan besarnya adalah Amerika," tandasnya.

Baca juga : Dewi Yustisiana Minta Pertamina Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah

Netanyahu mengatakan, kaum fanatik ideologi Iran memiliki sebuah raison d'etre atau tujuan hidup yang ingin mengeliminasi sivilisasi barat yang dipimpin Amerika. 

"Mereka mencoba membunuh Presiden Trump. Tidak sekali, tapi dua kali. Dan sekarang ini, mereka berbuat kejahatan untuk minyak," cetus Netanyahu. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense