Dark/Light Mode

Respons Negara-Negara Atas Warganya Yang Terjebak di Timur Tengah

Rabu, 4 Maret 2026 14:16 WIB
Bandara Internasional Dubai yang terdampak parah akibat eskalasi militer di Timur Tengah, kini sudah mulai beroperasi secara terbatas. (Foto: Dubai Airport)
Bandara Internasional Dubai yang terdampak parah akibat eskalasi militer di Timur Tengah, kini sudah mulai beroperasi secara terbatas. (Foto: Dubai Airport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah negara bersiap memulangkan warganya yang terjebak di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik yang memanas sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026). Ditambah lagi, Iran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan AS dengan menyasar fasilitas penting di Timur Tengah. 

Berikut langkah yang diambil sejumlah negara untuk memulangkan warganya di tengah peliknya situasi, seperti dikutip BBC:

Australia

Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan, Australia sedang berdiskusi dengan maskapai penerbangan untuk membantu 115.000 warganya yang terjebak di Timur Tengah. Namun, evakuasi akan sulit dilakukan selama sebagian besar wilayah udara di kawasan itu masih ditutup.

Prancis

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Evakuasi 58 Ribu Jamaah Umrah Yang Tertahan Di Timur Tengah

Seorang pejabat pemerintah Prancis mengatakan, total warga negara Prancis yang terdampak oleh situasi Timur Tengah mencapai 400.000 orang. Saat ini, jumlah warga Prancis yang sudah lapor diri di sistem "Ariane" Kementerian Luar Negeri sudah lebih dari 25.000 orang.

Jerman

Pemerintah Jerman mengatakan, industri pariwisata bertanggung jawab untuk memulangkan sebagian besar dari sekitar 30.000 warganya yang terjebak di wilayah Timur Tengah. Repatriasi militer hanya merupakan upaya terakhir.

Italia

Penerbangan charter pertama yang membawa 127 warga negara Italia yang terdampar di Oman, atau dipindahkan dari Dubai, dilaporkan telah mendarat di Bandara Fiumicino Roma pada Senin (2/3/2026) malam.

Baca juga : Bakal Lakukan Serangan Lebih Keras, AS Minta Warganya Keluar Dari Timur Tengah

Para penumpang yang tiba di Roma memuji Kedutaan Besar Italia karena telah berhasil membantu mereka kembali ke Tanah Air.

Spanyol

Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares mengatakan, Spanyol mulai mengevakuasi warganya dari Timur Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Amerika Serikat

Departemen Luar Negeri AS menyerukan warga Amerika untuk segera meninggalkan lebih dari selusin negara di Timur Tengah sejak Senin (2/3/2026). Tetapi hingga kini, belum mengumumkan penerbangan repatriasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.